//
you're reading...
Nasional

Polisi Tabuh Genderang Perang, Preman Melawan Tembak Saja

Jakarta (SIB) — Genderang perang terhadap aksi premanisme mulai ditabuh jajaran kepolisian. Tak hanya pemalak di jalanan, preman berdasi, oknum yang suka memeras, debt collector serta pemalak berkedok ormas, orang yang membekingi akan dilibas. Tindakan tegas tembak di tempat dilakukan bila ada yang berani melawan.
Perintah khusus memberantas premanisme yang dikeluarkan Mabes Polri ini cukup mengejutkan karena selama beberapa tahun belakangan operasi premanisme bukan menjadi prioritas. Pihak kepolisian menyebutkan operasi ini dilakukan karena premanisme serta kejahatan yang makin marak sudah meresahkan warga.
Target yang ingin dicapai menekan angka kriminalitas dan menciptakan kenyamanan serta keamanan. Masyarakat diminta untuk melaporkan aksi premanisme, polisi pun wajib menindaklanjuti laporan warga. Kapolres yang tidak merespon laporan, kinerjanya akan dievaluasi, bahkan bisa disebut sebagai bagian dari preman.
“Kita akan hantam aksi premanisme jalanan sesuai janji Kapolri. Ulah mereka sangat meresahkan masyarakat, kalau mereka berani melawan dengan petugas bila perlu tembak saja,” tegas Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Polisi Susno Duadji di Mabes Polri, Selasa (4/11).
Mabes Polri sudah memerintahkan seluruh Polda, Polres, Polwiltabes untuk melaksanakan tugas tersebut. Lima wilayah yang jadi prioritas adalah Polda Metro Jaya, Polda Sumatra Utara, Polda Daerah Istimewa Yogyakarta serta Polda Jawa Timur. Lima wilayah ini dinilai sebagai kantong preman.
Untuk wilayah Polda Metro Jaya ada peningkatan angka kejahatan. Data yang di Diskrimum dalam enam bulan belakangan peningkatan angka kejahatan terutama curas (pencurian dengan kekerasan) dan curat (pencurian dengan pemberatan). Pada Januari 2008 tercatat 572 kasus curat sedangkan Agustus 2008 terdata 672 kasus, untuk curas sebelumnya 92 kasus, meningkat jadi 108 kasus, penganiayaan berat 226 kasus naik jadi 235 kasus.
Preman yang diberantas polisi tak hanya preman jalanan, tapi juga kelompok penagih utang (debt collector) yang dibayar oleh pihak tertentu dan kerap mengancam orang yang menunggak utang atau preman yang memeras atas nama organisasi tertentu.
Bahkan oknum instansi tertentu yang memeras pengendara dan sopir angkutan di jalan dengan modus lempar kotak korek api, akan diberantas. “Itu juga termasuk preman, pungli dan pemeras. Preman berdasi pun kita hajar. Masak polisi kalah dengan preman,” janji Susno.
“Polisi wajib merespon laporan warga asal laporan itu benar. Bila tak ditanggapi laporkan ke Bareskrim Polri, tandas Susno seraya menyebut nomor telepon (021) 7218041 atau ke nomor 08159771977 untuk ditindaklanjuti oleh Mabes Polri.
66 ORANG DITANGKAP
Di wilayah Jakarta Timur, sebanyak 66 orang dua di antaranya perempuan, yang dinilai meresahkan masyarakat dirazia aparat Polsek Jatinegara. Mereka ditangkapi malam hari di Jl Bekasi Timur Raya dan Prumpung serta siang hari di Terminal Kampung Melayu. Tak seorang pun yang bias menunjukkan tanda identitas dirinya. Selanjutnya polisi mendata jati diri mereka dan mengambil sidik jarinya.
Kapolsek Jatinegara AKP Sriyono mengatakan razia digelar untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman bagi masyarakat. “Apalagi banyak laporan masyarakat terkait keberadaan mereka yang meresahkan,” katanya.
Di wilayah Jakarta Pusat, polisi bermaksud akan merazia awak sopir yang nakal di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, namun petugas Satlantas Polres Jakarta Pusat malah berhasil menjaring preman yang berada di dalam angkutan umum.
Razia tersebut melibatkan 150 anggota lalulintas langsung dipimpin Kasat Lantas Kompol Selamat Asnan. Dalam operasi itu, petugas berhasil menemukan 6 senjata tajam di dalam angkutan, karena para penumpang tak mau mengaku akhirnya polisi mengamankan dua penumpang yang dicurigai.
PREMAN TANGERANG
Ratusan orang terjaring Operasi Kejahatan Jalanan Selasa (4/11) oleh Polres Kabupaten Tangerang. Mereka dituduh memeras sopir angkot, lakukan pungli liar, dan memalak penumpang di wilayah Kabupaten Tangerang.
Mereka dibawa ke Polres untuk diberi pengarahan oleh petugas. Namun apabila mereka terjaring kembali, petugas akan menindak tegas.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tangerang AKP Dewa Wijaya, Operasi Kejahatan Jalanan (Street Crime). Sasaran razia adalah di tempat-tempat yang dianggap rawan seperti terminal dan pasar. Dia berharap masyarakat membantu petugas sehingga wilayah Kabupaten Tangerang bebas dari segala bentuk premanisme. (PK/o)
Sumber : SIB

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: