//
you're reading...
Info Bara, Info Sumut

Warga Mogok Makan Tuntut Duo Sofyan Tinggalkan Batubara

Belasan masyarakat Batubara menggelar aksi mogok makan di Kantor Gubsu, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (12/2). Aksi ini akan dilakukan sampai ‘Duo Sofyan’ (Sofyan Nasution MM- Sofyan MM) masing-masing menjabat Pj Bupati dan Pl Sekda Batubara meninggalkan daerah tersebut.

Massa yang menamakan dirinya Solidaritas Aksi Masyarakat Batubara (Sambar) ini meminta Gubsu Rudolf M Pardede secepatnya menerbitkan rekomendasi kepada Menteri Dalam Negeri untuk mencopot Sofyan. Sebab selama 8 bulan menjadi Pj Bupati Batubara, yang muncul hanyalah konflik dan kebijakan yang sarat penyimpangan.
Dalam pernyataan sikap yang antara lain ditandatangani Heri Suhandani dan Tengku Dody Iskandar disebutkan bahwa ‘dosa’ Sofyan Nasution di Batubara, yakni pengangkatan Drs Sofyan MM sebagai Plt Sekda yang bertentangan dengan UU No 32/2004 tentang Pemerintah Daerah, di mana seharusnya diajukan tiga nama kepada gubernur dan direkomendasikan oleh Mendagri.
Dalam mengangkat pejabat untuk menduduki jabatan struktural di Pemkab Batubara, Sofyan Nasution juga dinilai tidak mematuhi PP 100/2000 dan PP 13/2002, di mana seharusnya memperhatikan kompetensi kepangkatan dan kompetensi bidang tugas.
Yang membuat masyarakat lebih resah, dalam pengumuman penerimaan CPNS beberapa waktu lalu, ternyata ada nama anak Pj Bupati Batubara Sofyan Nasution yang dinyatakan lolos, yakni Vina Ananda Vagita dengan nomor ujian 079020009 dan anak Sekretaris DPRD Batubara Liza Chitra Lubis dengan nomor ujian 079030062. Bahkan, menurut massa ini, ada isu yang berkembang bahwa peserta yang ingin lolos harus membayar Rp 80 juta hingga Rp 120 juta.
Masyarakat Batubara juga kecewa karena belum terbentuknya lembaga legislatif daerah itu. Padahal, Mendagri sebelumnya menugaskan paling tidak dalam dua bulan setelah menjabat Sofyan Nasution harus sudah membentuk lembaga itu, untuk selanjutnya mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada).
“Kelambanan ini bukan hanya mengganggu pilkada, tapi juga merugikan masyarakat karena APBD Batubara tahun 2008 menjadi tidak ada. Padahal, daftar 32 nama calon anggota dewan Batubara sudah direkomendasikan oleh KPUD Asahan,” kata mereka.
Sofyan Nasution yang dikonfirmasi melalui Kabid Humas Pimpinan Pempropsu Drs ML Tobing membantah anaknya lolos dalam seleksi CPNS di Batubara. “Anak saya tidak lulus. Tidak benar itu,” katanya.
Mengenai keterlambatan pembentukan lembaga legislatif di Batubara, Sofyan menyatakan bahwa kewenangan itu berada pada KPUD kabupaten induk dan Bupati Asahan, sedangkan pihaknya hanya memfasilitasi.
Pihaknya sudah menyurati Bupati Asahan dan KPUD Asahan. Namun, karena ada persoalan belum keluarnya surat pemberhentian anggota dewan Asahan yang akan mengisi formasi DPRD Batubara serta adanya konflik internal salah satu partai, hingga kini lembaga itu belum terbentuk.

Sumber :
*mulyadi hutahaean
MedanBisnis – Medan

Iklan

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

18 thoughts on “Warga Mogok Makan Tuntut Duo Sofyan Tinggalkan Batubara

  1. Disinilah letak kesalahannya,yang berjuang menjadikan Batubara menjadi Kab.tidak dipakai malah yang kita tidak tau perannya malah ketiban rezeki durian runtuh menjadi Plt Bupati,dan Plt Sekdakab. Mereka orang2 dari Prov.jadi ya kesempatanlah apalagi jadi orang no.1 di Batubara. Sekarang mari kita masyarakat Batubara dan orang Batubara yang ada diperantauan bersatu berjuang melawan ketidakbenaran ini.
    Sebab keadaan ini membuat kita menjadi tidak menentu,lihat Pembahasan APBD terkatung,DPRD sebagai lembaga monitor kerja Eksekutif tidak terbentuk( tlg masy.cek ke Eksekutif & Legislatif serta KPUD apa benar Kab.Asahan yang belum menyelasaikan surat pembentukan ) dan terhambatnya pembahasan penggunaan dana untuk TA.2008 yang berakibat kepentingan masyarakat juga terganggu ( sekolah rusak,Jalan2 pada rusak,irigasi belum terealisasi serta pengobatan murah,dan banyaknya anak putus sekolah terutama yang dipinggir pesisiran ).Berdasarkan Pengumuman tes CPNS Batubara Harian SIB tanggal 30 Januari 2008 Anak Bupati Yang bernama Vina Ananda Vagita no.079020009 dan anak Sek.DPRD bernama Liza Chitra Lubis no.079030062 ( Batubaranews cross cek benar gak anak beliau2) benar datanya diterima jadi PNS. Jika orang ini benar keluarga maka lengkaplah sudah penderitaan masy.Batubara jadi penonton dari hasil perjuangan mereka (terbentuknya Kab.red).
    Untuk itu mari seluruh komponen Masy. Batubara melakukan gerakan yang lebih besar untuk melakukan perubahan terhadap kondisi Batubara. Tokoh2 GEMKARA ayo turun tangan lagi membantu masy. melawan ketidakadilan ini,kami yang di Jabotabek ini siap membantu bila perlu kita turun ke Senayan ketemu panitia pembentukan Batubara dan kekantor Depdagri. Masa hampir mau setahun tidak ada perubahan apa2,buat apa terbentuk Batubara kalau gak bisa dirasakan masy. yang butuh kehidupan yang lebih sejahtera..Ayo mari kita lakukan gerakan perubahan di tanah Batubara yang tercinta MAri KITO samo2 BerJUANG KAWAN ..SALAM PERJUANGAN dari tanah Rantu Merde..ka..

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Rabu, 20 Februari 2008, 11:32 am
  2. @Jhon Wisly Manurung
    kalau perlu abang membaca Koran Batu Bara Pos edisi 23
    disitu diterangkan kebenaran tentang Anak Pj Bupati Batubara dan Anak Sekwan DPRD Batu bara Dan ditambah lagi Anak kepala BKD Batubara lolos CPNS, biar jelas….! ternyata hanya 12 orang aja putra daerah ( dari 86) yang terakomodir.
    Selaku anak Batubara,,, akankah kita tinggal diam. Apagunanya Otonomi Daerah yang katanya mengutamakan Putra Daerah….?

    Posted by melayubertuah | Rabu, 20 Februari 2008, 8:59 pm
  3. Mae Ajo apo kawan2 diBatubara siap !
    Awak dari tanoh rantu ni udo coba2 buka email depdagri tentang masalah ini tak ado beritonyo. Na..mudah-mudahan awak dapat waktu bisa jumpo dengan Anggota DPR dari PDI P dan Partai lainnya biar dapat solusi tentang masalah kampung kito ni. Masak kito jadi penonton padahal Batubara terbentuk untuk kesejahteraan Masy.kito sendiri secara khusus dan masy.Sumut secara umum,itu ndak biso lagi diterimo kito ni.
    Kalau anak Pejabat2 itu diterima itu namonyo pembohongan “Publik” terhadap masy.Batubara sebab dia berkoar2 bilang anaknyo ndak masuk PNS,dan kito tidak terimo itu cuma 12 anak Batubara diterimo. Keadilannya adalah Putra daerah Batubara Kuotanyo 75% harga mati itu.
    Marilah kawan2 organisasi yang ada di Batubara,forum2 kemasyarakatan dan semua elemen masy. bersatu melakukan perjuangan ini,jangan lagi hanya belasan orang ke Medan berjuang tak akan didongarnyo tu,tapi harus lebih besar lagi.Ingat tapi kito harus bermartabat dalam berjuang sebab ini buat kesejahteraan dan kemakmuran masy.kito.
    Kepada Abang senior Pemuda Batubara Bang OK ARYA ZULKARNAIN,SH MM kito pemuda yang ado di Batubara dan kami yang ado dirantu ni,memanggil abang dan segenap elemen GEMKARA SUMUT mengajak Abang mari berjuang lagi melihat ketidakadilan yang ado dikampung halaman ini.
    Mari satukan langkah dan tekad tuk berjuang buat kemajuan dan kesejahteraan Masy. Batubara yang tercinta.. SEMOGA BATUBARA JAYA MER..de..KA..

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Kamis, 21 Februari 2008, 12:10 pm
  4. Apalagi Gemkara !?

    Posted by melayubertuah | Kamis, 21 Februari 2008, 3:30 pm
  5. @ Abang Melayubertuah dan @ Lae Manurung,

    Tak usah berkoar-koar soal rakyat dan demokrasi lah ..
    Aku ini supir angkot kadang-kadang supir truk juga ..
    Tak ada itu otonomi daerah yang katanya bikin makmur, dimanapun itu. Apanya yang sejahtera..
    Kami ini rakyat sungguhan malah semakin tertekan Lae..
    Retribusi yang dulunya sedikit sekarang menjamur disetiap daerah, alasannya Perda lah .. ini lah. Gak ada itu semua, muak kami dengan anda-anda sekalian. Kami ini juga yang diperas akhirnya. Yang kubaca dikoran Lae katanya pengusaha-pengusaha didaerah juga sudah muak dengan otonomi. Biaya tinggi katanya.., takngerti aku apa maksudnya. Yang aku tau sudah banyak perusahaan angkat kaki dari banten (kasogi, nike, sony, panasonic) katanya diperas lae. entah lah. yang pasti aku memang muak dengan orang-orang macam kalian lae. rakyat mana coba yang kalian bela. tak ada itu.

    Posted by Supir Angkot | Sabtu, 23 Februari 2008, 6:45 am
  6. Lae supir angkot hueebat juga ya! Setuju!
    Setiap ada demonstrasi di medan sekarang dah dicuekin ama orang-orang, malah diledekin lae. Bikin macat lah, perusuh lah, gak ada kerjaan lah, uhhh pening pokoknya lae. Kita rakyat-rakyat ini juga yang susah. Sudah dulu ya Lae, aku mau buka toko ..jangan-jangan di depan pintu udah ada pungli yang nunggu nihh, hehhehehee
    negara edan!

    Posted by Anto | Sabtu, 23 Februari 2008, 7:21 am
  7. @ Supir Angkot
    otonomo Daerah adalah hasil dari UU pemerintah yang akan membangun daerah itu sendiri. jadi kalau lae..tidak setuju ama Otonomi Daerah berarti lae…menolak UU.
    Seperta yang lae kata.. Ditribusi, atau yang lain-lain yang sifat nya pemerasan… nah itu yang perlu kita basmi seperti yang terjadi diKab Batu bara kalu peraturan tidak dijalankan maka singsingkan lengan baju ayo sama..sama masyarakat Unjuk rasa menentang peraturan yang tidak sesuai UU.
    ayo..apalagi yang lae..tunggu maju menumpas Oknum yang menyalah gunakan Jabatan., kami aja udah mulai,…! lae..kapan lagi

    Posted by anak melayu | Sabtu, 23 Februari 2008, 10:31 am
  8. @ Sopir Angkot
    ayo ..lae… demo menuntut peraturan supaya di jalan kan sesuai UU
    Kami aja udah mulai berhasil,…! lae kapan lagi berhasilnya ., kalau tidak digerakkan copat nanti bertambah lagi distribusinya jadi mahal lae…..

    Posted by melayu bertuah | Sabtu, 23 Februari 2008, 10:35 am
  9. Tuk Laeku tercinta..
    @Sopir Angkot & Anto
    Disini posisi saya tidak ada kepentingan apa2,saya hanya seorang pekerja diswasta(guru red) tapi saya terpanggil tuk melakukan perubahan sepanjang yang saya mampu lakukan lae! Lae kita kebetulan bisa seperti ini dimana kita bisa memberikan opini melalui media ini, inilah alat perjuangan kita menceritakan kebenaran. Kita sebagai masyarakat jangan selalu pesimis dengan para pejuang seperti kami2 harusnya dukunglah,mari kita sama2 melakukan perubahan yaitu singkirkan orang2 yang menindas kita termasuk anda para sopir angkot. Masa kami berjuang tapi manfaatnya buat orang banyak justru dihujat,ketika berhasil justru tidak ada terimakasih.
    Ingat jangan selalu jadi penonton tapi jadilah orang yang berbuat,karena sekaranglah saatnya.Mari desak Gubernur agar segera melantik anggota DPRD Batubara agar mereka bisa mengawasi kerja eksekutif,supaya tidak terjadi lagi pungutan2 yang jelas.
    Jangan pernah putus asah untuk melakukan perubahan,ingat para pahlawan dulukan? dipenjara,dibuang bahkan dibunuh hanya demi perubahan yaitu MERDEKA.. Kita sekarang apa yang kita perbuat tuk melawan ketidakadilan itu lakukan revolusi,mari bersama2 menuntut perubahan itu dengan bermartabat yaitu demo yang benar jangan merusak gitu.
    Dan masy. seperti lae berpikirlah objektif masa terganggu sedikit (macet,terganggu ketenangannya red) langsung salahkan yang demo.Harusnya tanya kenapa seperti itu,ya karna pejabat2 itu tidak mau berdialog,contoh kasus Lapindo,tenaga kerja PHK&Kontrak dan penggusuran.Pernahkah anda merasakan yang demikian? Bila anda diperlakukan tidak adil mari bersama2 berjuang ! Lihat contoh guru2 Mogok langsung ditanggapin oleh pemerintah bukan? karena kita kompak berjuang bersama karna kita sudah bosan dibodohi terus dengan embel-embel “PAHLAWAN TANPA JASA”.
    Jadi mari bersama2 berjuang semua eleman masy. biar lebih besar dampakny terhadap pemerintah,saya yakin maka akan terjadi perubahan jika tidak maka kita hanya menunggu “KEAJAIBAN YANG TIDAK AKAN PERNAH TERJADI” yakni keadilan,kemakmuran dan kedamaian.
    Mari Berjuang Kawan2,melayu bertuah jangan pernah menyerah dengan keadaan.. mari satukan langkah tuk menuju masa depan yang baik dan jangan pernah mengeluh tetapi hendaknya berbuat dan yakin itu akan terjadi. Mer..DE..ka…
    NB: tolong para pejabat INDONESIA,dan Batubara yang terhormat dengarkan derita rakyat yang kau tindas dengan berbagai kebijakanmu,jika tidak kebenaran akan segera menghukum anda!! SAMPAI JUMPO LAGI KAWAN2KU..HORAS! Dari putra Batubara yang ada di rantu. Bulan 12 saya pulang kampung jadi tunggu waktu kito bersuo OK

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Sabtu, 23 Februari 2008, 12:10 pm
  10. Upss, maaf lae.. bukan maksud hati tidak menghargai jerih payah lae lae sekalian. Tapi memang benar kan.. banyak LSM dan ormas ormas yang mengatasnamakan kami rakyat kecil ini yang pada akhirnya mencari keuntungan buat mereka atau kelompoknya sendiri. Apalagi partai.. uuuuuu, bosan! Mendingan nonton DEMOCRAZY.

    Aku sarjana, yang kebetulan bernasib kurang baik dan harus jadi supir angkot Padang Bulan – Sambu. Lumayan juga lah lae hasil hari ini..

    Posted by Supir Angkot | Sabtu, 23 Februari 2008, 9:07 pm
  11. Abang Melayu bertuah,
    Terimakasih ajakannya untuk berdemo. Tapi aku udah capek nih berdemo bang. Sejak mahasiswa tingkat satu aku sudah berdemo (tahun90an sampai reformasi) tapi hasilnya apa? Soeharto jatuh malah negara makin amburadul nih.. Apalagi dengan maraknya demo anak-anak pecahan botol hehehe…
    Moga moga batubara sejahtera.
    Kalau demo jangan anarkis ya bang
    Terus konsepnya jelas, misalnya bikin usulan ke DPRD untuk kuota CPNS tahun depan dsb dsb.
    Terus hati-hati, ntar abang bakalan dimanfaatin untuk tim sukses seseorang loh..(nggak murni lagi untuk rakyat).

    Posted by Supir angkot | Minggu, 24 Februari 2008, 1:02 am
  12. Trus..jangan manfaatin nama rakyat untuk kepentingan abang ya..
    Dosa Besarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr

    Posted by Supir angkot | Minggu, 24 Februari 2008, 1:04 am
  13. @ Supir Angkot
    terima kasih kembali bang, mari sama-sama kita ikut prihatin mikirin nasib kita sekarang…..nah mari kita cari jalan keluarnya oke bang ….

    Posted by melayu bertuah | Senin, 25 Februari 2008, 3:25 pm
  14. Damai………

    OOT:
    @Supir Angkot
    Bang, kalo aku ke Sambu, apa tanda-tanda angkot abang? 😀
    Masih seperti dulukah gaya-gaya copet di Sudako? Pakaian necis, bawa2 map atau koran? Sering kali aku jumpa kelompok ini di sudako.

    Posted by batubaranews | Selasa, 26 Februari 2008, 7:49 am
  15. Aslm…
    menurut saya sebaiknya berita itu diperiksa dulu..
    karena zaman sekarang banyak fitnah yang sengaja disebar..
    coba periksa nama lengkap yang lulus, vina ananda vagita lubis.
    jelas tidak mungkin yeng bermarga lubis, lahir dari orang bermarga nasution.. dimana jalan ceritanya?

    Posted by orang kecil | Senin, 7 Juli 2008, 6:05 pm
  16. SALAM KENAL.
    Dengan FRONT KOMUNITAS INDONESIA SATU (FKI-1),Ormas Independen. Untuk lebih mengetahui kegiatan dan AD/ART FKI-1 dapat dilihat di Website:www.apindonesia.com. Sekretariat:Gd.Dewan Pers.Lt.5.Jl.Kebon Sirih No:32-34 Jakarta Pusat. Tlp:0213503349, 3864167. Email:satufki@gmail.com.

    Posted by IMAS NURHAYANI,SE | Rabu, 9 Juli 2008, 3:07 pm
  17. Met Kenal warga batu bara.

    ” kenapa mesti ribut dengan konsep manusia?
    ” bukanya tuhan suda punya konsep?
    ” Hee.. becanda

    @ Mas sopir angkot
    ” Mas Aku dukung karna aq awalnya seperti mas Sarjana yg kere padahal pengalaman IS OKEY

    ‘Mas Melayu batu-bara
    ‘kalo ngajak kita cari jalan keluarnya saya rasa gk perlu
    ‘ namaya ngajak suda pasti ada jalan keluar jangan muter2 lgi
    ‘ Klo gkda jln keluar jngan ngajak kmi ntr masuk NAR lg. Piye?

    Posted by Muua | Senin, 19 Januari 2009, 9:40 pm
  18. omong kosong semua..!
    mana ada sejahtera yng kami dpat itu dari dulu samo ajo..
    coba aja liat nanti..
    ngomong kau itu tak ada artinyo
    sekedar bekombuh kau ajo yang banyak..
    dasarr batak!

    Posted by donok | Rabu, 10 November 2010, 10:25 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: