//
you're reading...
Nasional

Ratusan WNI Direkrut Jadi Tentara Kerajaan Malaysia

Kali ini Malaysia berulah lagi; ratusan WNI direkrut oleh Kerajaan Malaysia menjadi tentara bayaran. Tentara yang disebut Askar Wataniah ini tidak hanya dilatih baris-berbaris, tetapi juga dilatih strategi perang dan menggunakan senjata.

Rencananya Askar Wataniah ini akan ditempatkan sebagai tentara penjaga perbatasan Malaysia-Indonesia di Kalimantan. Mereka tidak hanya digaji tetapi juga diakui sebagai warga negara Malaysia.

Entah rencana apa yang ada di benak pemerintah Malaysia. Namun, yang jelas, seandainya terjadi kontak fisik atau kontak senjata antara TNI dengan tentara Malaysia, maka yang terjadi adalah kita akan saling berbunuhan dengan saudara kita sendiri dari Indonesia.

Iklan

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

16 thoughts on “Ratusan WNI Direkrut Jadi Tentara Kerajaan Malaysia

  1. saya benci kebijakan pemerintah malaysia!!!

    ini yang dimaksud saudara???

    Posted by bangzenk | Jumat, 15 Februari 2008, 1:02 am
  2. Malaysia Fuck…
    Bullshiit.. udh g bisa di kasih hati, katanya negara 1 rumpun melayu, tapi tega berbuat semena2. Tunggu aj pembalasan dari INA.

    Posted by arman | Jumat, 15 Februari 2008, 7:18 am
  3. saya mau menjadi tentara bayaran malalysia, setelah saya sukses menjaditentara bayaran,saya mau ngancurin malaysia

    Posted by kunti | Jumat, 15 Februari 2008, 9:01 am
  4. kalo aq jadi presiden/panglima TNI/ato se-enggak2-nya memiliki pasukan…akan q serukan “ayo kita berangkat ke perbatasan..kita ganyang pasukan malaysia..kita bunuh pemimpin2nya..kalo inggris ikut maju kita bunuh aja scr kejam..ga usah takut dgn kata “boikot”…

    Posted by Aq Kangen Soekarno | Jumat, 15 Februari 2008, 2:21 pm
  5. malaysia itu sasaran empuk

    Posted by Aq Kangen Soekarno | Jumat, 15 Februari 2008, 2:23 pm
  6. NKRI memang lagi sakit tapi kami masih mampu menerkam-mu

    Posted by Aq Kangen Soekarno | Jumat, 15 Februari 2008, 2:35 pm
  7. 🙂

    @bangzenk
    ‘Saudara makan tanaman!’

    @arman
    sabar mas, kalo ngebalas ajak-ajak, donk!
    aku ikut dari belakang…

    @kunti
    ide cerdik tuh, ntar Malaysia bilang :
    ‘musuh dalam kain sarung’

    @Aq Kangen Soekarno dan semuanya
    Beberapa kali Malaysia seperti memancing.
    Tetapi kupikir kita jangan sampai terpancing. Tetap bersabar menghadapi mereka.
    Ada kata2 bijak :
    “KEMARAHAN ITU BAGAIKAN ANGIN YANG MENIUP PADAM LAMPU DALAM PIKIRAN”
    Kalau pikiran gelap, fatal akibatnya. Jadi, harus dengan kesabaran.

    Namun pemerintah jangan diam aja…
    Sesekali, menggertak itu perlu.

    Posted by batubaranews | Jumat, 15 Februari 2008, 3:12 pm
  8. Malaysia memanfaatkan siutuasi dan kondisi Indonesia yang mengalami kemunduran di segala bidang, terutama ekonomi, nasionalis dan kontrol pemerintah di daerah perbatasan.

    Kita boleh-boleh saja sibuk berebut kekuasaan di dalam negeri, tapi tetap perhatikan dong perbatasan kita, bukan cuma pemerintah tapi parpol, ormas dan LSM juga.

    Mengenai WNI yang direkrut jadi “hansip” Malaysia itu sudah termasuk kategori menghianati negara. Harus ada tindakan hukum terhadap mereka,agar menjadi contoh untuk penjeraan bagi yang lain. Miskin sih miskin, tapi jangan sampai menjadi kacung dong di angkatan perang negara lain. Itu namanya melecehkan harkat dan martabat diri sendiri dan Bangsa Indonesia.

    Prihatin, sungguh prihatin. Tapi sebelum melakukan perhitungan terhadap negara tetangga yang lancang dan licik itu, lebih bagus kita selesaikan dulu secara internal dengan warga negara kita yang menjadi anggota askar Malaysia.

    Ah, aku pun jadi merindukan Bung Karno.

    M E R D E K A

    Posted by Robert Manurung | Jumat, 15 Februari 2008, 7:08 pm
  9. @Robert Manurung

    Saya sangat setuju dengan salah satu “Point” yang Abang ungkapkan “Nasionalisme”. Mau tidak mau kita harus mengakui bahwa rasa nasionalisme kita memang berada di “Titik Kritis” saat ini. Mungkin ini lah salah satu buah dari “Reformasi” yang “Kebablasan (menurut saya)”.

    Semoga saja dengan adanya blog-blog yang positif seperti ini kita bisa kembali secara perlahan membangkitkan “Nasionalisme” bangsa ini, setidaknya berawal dari diri sendiri.

    Salam

    Posted by Andika | Senin, 18 Februari 2008, 5:13 am
  10. ya..ya.. inilah akibat kebijakan kita yang belum memperhatikan segala aspek kehidupan berbangsa,tapi ngomong2 menurut juru bicara Presiden Dino Pati Jalal berita ini gak benar jadi macam ini ? Antara KSAD dan Jubir Presiden bantah-bantahan. Tapi menurut saya itu pasti benar karena informasinya dari pihak TNI dilapangan yang langsung menjaga perbatasan. Adanya bantahan itu akibat pemerintah kita yang terlalu lembek bila sudah berhub.dengan ketegangan sama negara lain,langsung ciut nyalinya makanya langsung ngomong yang baik2 seperti saudara serumpunlah,tidak terbuktilah dan diselesaikan secara diplomatiklah ya macam2 alasan.
    Tapi bisa jadi ini karna kita gak pernah fokus dengan pembangunan disegala bidang akibat reformasi kita yang kehilangan arah,seperti kebijakan wawasan nusantara dimana ada gangguan terhadap daerah maka itu adalah gangguan atau ancaman terhadap keamanan stabilitas negara,sekarang gak lagi seperti itu cuek aja pemerintah(ingat lepasnya Sipadan dan Ligitan,red). Padahal waktu itu kami ingin audiens dengan KSAD Ryamizard Ryacudu di sebuah Hotel di Manado menanyakan lepasnya tapi gak bisa audiens bahkan kami dipaksa keluar dari pertemuan dan saya hampir mau berkelahi dengan prajurit pengaman tapi akhirnya kami dari senat mahsiswa hanya ditemui KAPUSPEN Mabes AD Mayjend Radyono waktu itu dia jawab itu adalah kebijakan pemerintah dan TNI ikut keputusan pemerintah. Jadinya susah kalau begitu keputusan.
    Berikutnya karena pemerintah lalai juga dalam pembangunan ekonomi masyarakat,mungkin masyarakat diperbatasan tersebut mau melakukan itu karena butuh kerja dan penghidupan yang layak akibatnya mereka mau menjual NASIONALISME nya kenegara lain dan mereka diberi kemudahan akan fasilitas,sementara pemerintah kita sibuk dengan agenda politiknya masing2 seperti pilkada yang selalu rusuh dan hambur-hamburkan uang rakyat,korupsi BI,Kasus BLBI dagelan dan kepentingan lainnya.Makanya mereka gak punya waktu mikirin negara ini. Jadi kita generasi muda mari siapkan diri kita ambil tampuk negara ini dari kaum tua malalui pemilu 2009,saatnya generasi muda ambil bagian. Karena generasi mudalah yang punya hati nurani dan keberanian tuk memikul semua permasalahan ini.
    Mari berbuat jangan jadi penonton,HIDUP PEMUDA..Merde..ka..Indonesiaku.

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Senin, 18 Februari 2008, 2:46 pm
  11. @Jhon Wisly Mnrg
    Entahlah pemerintah kita ni, Lombik, bak kato orang Melayu.
    Kalau ada tindakan negara lain yg merugikan kita, paling2 jawabnya ‘pemerintah menyesalkan….’ gak pernah kudengar ‘pemerintah mengecam, mengutuk….’ apalagi menggertak. Seperti yang kubilang; harus bersikap sabar, itu betul, tapi adalah tindakan supaya orang jangan berulangkali merugikan kita. Karena diam bukan berarti sabar, bisa jg takut…. Semoga aja bukan yang terakhir…. Aku yakin Merah-Putih masih bergelora di dada kita semua!

    Posted by batubaranews | Senin, 18 Februari 2008, 4:15 pm
  12. NKRI adalah harga mati. tak ada tawar-menawar lagi!!
    kibarkan merah-putihmu, asah golok mu!!
    kita ganyang malysia. allahu akbar!!!

    Posted by Afandi (BANTEN NKRI) | Senin, 18 Februari 2008, 6:34 pm
  13. Sebagai warga pedalaman dan perbatasan kaltim saya memang prihatin dengan siakp pemerintah malaysia yang merekrut warga perbatsan (WNI) menjadi askar wataniyah, sungguh disesali, tetapi inilah kenyataan di wilayah perbatasan kita “KALAU PERUT BERBICARA” maka tidak ada alasan untuk tidak mematuhinya untuk itu, saya sarankan kepada Pemerintah RI perhatikan dulu kesejahteraan masyarakat disana… Pernah ada pernyataan salah seorang warga di pedalaman perbatsan kaltim (Nama :Justinus)..”Kalau saya lulus kuliah saya akan tes PNS kalau tidak diterima saya akan tes TNI/POLRI, kalau masih ditolak lagi maka saya akan buat Kelompok Tani aja sudah tapi kalau Kelompok Tani saya juga tidak dapat bantuan apa boleh buat Askar Wataniyah menjadi pilihan terakhir yamg lebih menjanjikan…. demikianlah gambaran situasi para pemuda kita di perbatsan yang susah mencari kerja. Kepada semua komentator di forum ini mari cermati bersama situasi di perbatasan Kaltim. Thank n GBU all

    Posted by yusak s laing | Selasa, 19 Februari 2008, 1:27 pm
  14. @yusak
    Beginilah kondisi rata2 di daerah. Putra daerah selalu tidak mendapatkan porsi yang layak. Lapangan kerja diciptakan, tapi putra daerah malah tidak tertampung. Aku tidak sedang mengusung isu-isu putra daerah. Aku juga tidak merasa dimanfaatkan orang untuk melakukan ‘devide at impera gaya baru’ seperti yang dimaksud seorang komentator di blog ini beberapa waktu yang lalu. Apa yang kukatakan dan apa yang dikatakan Sdra. Yusak adalah kenyataan yang harus dibenahi.
    Thanks Yusak atas masukannya, aku yakin kawan-kawan disini cukup prihatin atas kondisi ini. Kita semua berharap pemerintah memperhatikan dan menindaklanjutinya.

    Posted by batubaranews | Selasa, 19 Februari 2008, 2:31 pm
  15. kalo saya mulai sekarang putuskan hubungan bilateral sama malaysiang, tutup jalur eksport ke malaysiang biar mereka benar benar mati tidak ada bahan baku dari indonesia. sekarang pemerintah indonesia tegas sama negara yang banyak cingcong itu,

    Posted by sudarmadi | Senin, 12 Januari 2015, 2:04 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: