//
you're reading...
Info Bara, Poning Wak

POKOKNYO ANAK BATUBARA TINGGAL GIGIT JARI LAH…

Udahlah pegawai negeri tak jebol, ruponyo tenaga magang di kantor-kantor dinas pun diambil dari luar Batubara. Nasib kaulah Wo…!

BATUBARANEWS.  Miris sekali nasib anak daerah. Sekolah tinggi-tinggi tak dapat pekerjaan. Ketika ada lowongan di kampung sendiri, malah orang luar yang masuk. Yang meriksa orang USU, anak-anak medan ajolah yang jebol !  Begitulah komentar-Komentar yang berseliweran di masyarakat paska pengumuman PNS Batu Bara 2008 tanggal 29 Januari lalu.
Berikut ini satu komentar Batubaranews kutip dari sebuah blog :

Pengangkatan PNS Kab Batubara Didominasi oleh Non Melayu
Ditulis pada Januari 29, 2008 oleh melayubertuah
Seperti yang dilihat dari peserta yang lulus PNS tanggal 29 januari 2008 didominasi oleh non melayu. Oleh karena itu masyarakat seputar kab. Batu Bara banyak yang menyesali hal tersebut.

Mengingat Kab. Batu Bara itu sendiri mayoritas adalah melayu , maka masyarakat sekarang banyak yang merasa menyesal akan kebijakan yang diambil oleh Pemkab Batu Bara,karena mengingat hal ini oleh pemerintah propinsi telah mengambil kebijakan dan diserahkan sepenuhnya kepada Pemerintah setempat mengenai pengangkatan PNS.

Jadi apakah benar ataukah tidak baek kato pepatah “Ado duit ado barang” Ada uang jadi PNS, tak ada uang tak ada PNS. Hal seperti ini harus diredam kalau tidak akan semakin meluas di kalangan masyarakat kab. Batu Bara.

Apo tak ado masyarakat melayu yang bergelar Dr….apo tak ado masyarakat melayu berpendidikan DIII teknisi computer dan lain sebagainya kalau tak ado sini kito cai samo-samo agar tak jadi keributan lagi dan memoningkan kepalo pemerintah …!

Dan tentang tenaga magang di kantor-kantor dinas itu Batubaranews kutip dari koran daerah BATU BARA POS :

Tenaga Magang Banyak Dipungut dari Luar
LIMA PULUH (BARA POS)   Dan informasi yang dihimpun BARA POS, di sejumlah dinas sekdakab Batu Bara, meski pemerintah kabupaten belum menerapkan penggunaan tenaga honor pemerintah, namun banyak ditemukan rekrutmen tenaga magang, bahkan sebagiannya ada diambil dari tenaga magang asal Kisaran, Simalungun dan Medan yang nantinya dipersiapkan untuk tenaga honorer.

“Jika dinas membuka peluang untuk menerima tenaga honorer, kenapa peraturan pemerintah Nomor 41/2005 merecall kesempatan anak Daerah dijadikan honorer,” ujar salah seorang warga Lima Puluh Kota, Ahmad.

Menurutnya, pemerintah kabu¬paten harus fair play jika memang ada penerimaan tenaga magang, kenapa tidak diumumkan, minimal bagi masyarakat yang hanya memiliki tingkat pendidikan pas-pasan juga mempunyai keinginan yang sama setidaknya jika nantinya mereka diangkat menjadi tenaga honorer.

Dia berharap, dimasa mendatang pemerintah kabupaten dapat memprioritaskan putra daerah dalam penempatan tenaga honorer jika nantinya dibutuhkan, di sisi lain dapat mengurangi angka pengangguran masyarakat Batu Bara.

Secara terpisah, Pj Kabag Kepegawaian Setdakab Batu Bara Radyansyah F. Lubis melalui staf kepegawaian Saut Siagian menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor: 41/2005 Pemkab tidak dibenarkan menerima tenaga honor.

Dan jika ada ditemukan sejumlah dinas di Pemkab Batu Bara memakai tenaga magang atau honor, itu hanya kebijakan dan menjadi tanggung jawab dinas itu sendiri.

Lebih lanjut Saut mengatakan, jika nantinya DPRD Batu Bara sudah terbentuk maka Pemkab nantinya akan mengusulkan tenaga honor, dan itupun jika DPRD

menyetujui, serta sesuaikan dengan kebutuhan Pemkab Batu Bara. (kamel/ ta hidayat/ zulkifli nasution)

Macam mano ni, Pak Bupati?

Iklan

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

26 thoughts on “POKOKNYO ANAK BATUBARA TINGGAL GIGIT JARI LAH…

  1. Ado macem manolah bagitu jadinyo dah! Kita ini masyarakat pesisir biasonyo hanyalah penonton dari dulunyo itu mulai masih samo Asahan tetap ajo kito dipinggie jadi penonton,btul nddak? Kami dari FORMAMDE( Forum Masy.Medang Deras ) yang ada diperantauan ini mengimbau kepada Pemkab.Batubara untuk mengakomodir keberadaan putra daerah Batubara sekitarnya,ingat Batubara terbentuk untuk mensejahtrakan rakyat yang ada terlebih dahulu baru yang lainnya. Maka daripada itu pilkada yang akan datang mari kita dukung pemimpin yang siap berjuang dan peduli terhadap kemakmuran rakyat Batubara,karena kita yang berjuang tuk terbentuknya Batubara sewajarnya kita memilih pemimpin ya dari putra daerah sendiri. Kami putra daerah yang berkecimpung diluar daerah siap berjuang dan membantu melalui sumbang saran dan pemikiran bagi calon pemimpin yang peduli terhadap nasib masyarakat Batubara yang masih tertinggal dari derah lainnya. Mari siapkan diri kita putra Batubara tuk membangun daerah kita melalui Pilkada,kalo bukan kito yang peduli siapo lagi. Ingat kejayaan Batubara dulu yang masuk wilayah Afdeling yang diakui Belanda otonom berdiri sendiri. Ayo Uwak,Abang,Lae dan andai tolan mari berjuang bersamo-samo mengobarkan perjuangan menangkan putra Batubara tuk jadi pemimpin Pilkada yang akan datang. Sampai jumpo lagi dilain waktu,Horas !

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Selasa, 5 Februari 2008, 1:16 pm
  2. @JHON WISLY MANURUNG
    Bagus FORMAMDE !!! macam mano, banyaknyo anak Medang Deras di Bekasi? Bantu-bantulah kami yang masih di kampung, ni ! Kalau ado ilmu dibagi-bagi. Biar maju anak pesisir nih. Biar jangan kono terpinggirkan ajo dari dulu…

    Posted by batubaranews | Selasa, 5 Februari 2008, 11:37 pm
  3. hi,hi sekarang saya mau tanya nih? definisi putra daerah seperti apa sih? apakah lahir di kab batu bara? apakah cari makan ortunya di barubara? atau punya rumah di batubara? atau dari jaman sampai sekarang udah tinggal di batubara?
    apakah bisa dibilang orang yang lahir di batubara tinggal di jakarta sebagai putra daerah? apakah salah bila seorang istri ikut suami kerja di batubara lulus cpns? coba kalau kalau kalian bisa jawab semua itu?
    janganlah kalian ributkan putra daerah atau tidak? karena saya yakin kalian2 bukan putra daerah batubara juga bila kita bercermin mana putra daerah itu apa.
    apakah dibenarkan bila tinggal di batubara tetapi nilai jauh dari memuaskan? apakah salah bila anak bupati dimana hasil akhirnya memang paling tinggi lulus cpns?

    Posted by boel | Rabu, 6 Februari 2008, 2:20 pm
  4. hi,hi sekarang saya mau tanya nih? definisi putra daerah seperti apa sih? apakah lahir di kab batu bara? apakah cari makan ortunya di barubara? atau punya rumah di batubara? atau dari jaman sampai sekarang udah tinggal di batubara?
    apakah bisa dibilang orang yang lahir di batubara tinggal di jakarta sebagai putra daerah? apakah salah bila seorang istri ikut suami kerja di batubara lulus cpns? coba kalau kalau kalian bisa jawab semua itu?
    janganlah kalian ributkan putra daerah atau tidak? karena saya yakin kalian2 bukan putra daerah batubara juga bila kita bercermin mana putra daerah itu apa.
    apakah dibenarkan bila tinggal di batubara tetapi nilai jauh dari memuaskan? apakah salah bila anak bupati dimana hasil akhirnya memang paling tinggi lulus cpns?
    coba deh intropeksi diri, bagaimana membangun batubara kalo dari hasil tes kurang meyakinkan?

    Posted by vina | Rabu, 6 Februari 2008, 2:22 pm
  5. Wah…
    Pantesan negara ini gak maju-maju..
    Masih ada aja orang yang berfikiran rasialis..
    Putra Melayu’lah, Medan’lah, Batak’lah, Jawa’lah…
    Friend, dunia ini gak sesempit kabupaten Batubara.
    Berfikir positif’lah jika mau maju.
    Saya yakin tidak sedikit anak Batubara yang bekerja di Pulau Jawa, bahkan di luar negeri sekalipun.
    So, jangan’lah provokativ dengan mengusung isu putra daerah. Kuno…friend!!!

    Posted by Andika | Minggu, 10 Februari 2008, 2:50 am
  6. Supaya nggak rasialis ayo sama-sama kita dukung PSMS Medan melawan Sriwijaya FC di final LIga Indonesia.

    Sudah 23 tahun Tim Ayam Kinantan kehilangan kehormatan sebagai raja sepakbola Indonesia dan sumber kebanggaan kita semua orang-orang yang berasal dari Sumut.

    Ayo orang Batak sedunia, Jawa, Melayu, Cina, India dan siapa saja yang dengan bangga menyebut dirinya “Anak Medan” atau “Orang Sumut”; mari kita dukung dan doakan semoga Saktiawan Sinaga Cs mampu melibas Sriwijaya FC.

    Ada kemungkinan PSMS kembali dikerjain wasit, karena ada petinggi PSSI yang selalu siap menolong Sriwijaya. Soalnya, sebelum menjelma jadi klub kebanggaan Wong Kito Galo itu adalah Persijatim yang kemudian dijual ke Sumsel.

    Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC

    Posted by tobadreams | Minggu, 10 Februari 2008, 4:42 pm
  7. @Andika
    Provokatif? Ah, itu kan perasaan bang Andika aja. Kalo maen perasaan-perasaan, coba rasakan dulu hidup di kampung gak dapet2 kerja, sementara lapangan pekerjaan ada tapi kebanyakan diisi oleh anak luar daerah… Apa gak gigit jari, tuh? Mestinya kan ada pemerataan. Bukan berarti orang luar gak boleh masuk. Utamakan dulu putra daerah, kecuali putra daerahnya dongok semua…

    Coba rasakan dulu! Mungkin abang gak ngerasa karena udah dapat kerja.
    Dan pikiran kita gak sempit2 amat kok, walau belum pernah ke Papua.
    Kita berharap pepatah ‘tikus mati di lumbung padi’ gak jadi kenyataan.
    Orang2 Indian tidak senang ketika kampungnya dikuasai bule2nya Colombus, orang Aborigin juga gak senang hingga skrg mereka terpinggirkan, orang Asmat juga….
    Pemerataanlah, biar sedikit adil.

    Lihat tuh komen Tobadreams, meski gak rasialis katanya, kan boleh bela2 daerah…

    Atau kita bilang aja Mampuslah PSMS, Hidup Sriwijaya FC?
    Padahal kita cinta PSMS. Yang bawa nama darah kita…..

    @Tobadreams
    Ayo PSMS ! Libas Sriwijaya……..

    Posted by batubaranews | Minggu, 10 Februari 2008, 5:34 pm
  8. Salam kenal Lae,
    Aku harap kita bisa saling tukar cerita, terutama mengenai pelestarian budaya dan lingkungan.

    Aku dan teman-teman Batak di Jakarta sedang merintis pelan-pelan membangun komunitas Batak tanpa membedakan unsur kedaerahan dan agama. Tertarik?

    RM
    http://ayomerdeka.wordpress.com/

    Posted by Robert Manurung | Minggu, 10 Februari 2008, 5:46 pm
  9. @batubaranews

    Ya, saya mengerti dengan apa yang abang terangkan. Tapi menurut Waspada Online yang saya baca, sebanyak 24 putra terbaik Batubara telah terakomodir sebagai CPNS. Bukankah ini awal yang baik? Tahun-tahun berikutnya mungkin akan lebih banyak lagi.

    Maaf Bang, bukankah isu “Putra Daerah” memang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengkotak-kotak kan kita? Ini adalah “devide et impera” gaya baru.

    Satu hal yang saya puji dari “Almarhum Pak Harto”, beliau mengadakan transmigrasi, mutasi pegawai negeri sipil, Polisi dan TNI dari satu daerah ke daerah yang lain. Tujuannya apa? Beliau ingin membaurkan seluruh bangsa ini. Dan terbukti sangat efektif.

    Indian, tak ubahnya Jakarta atau Medan. Tapi lihat, pembangunan dan perekonomian tetap jalan tanpa memandang siapa Betawi/Melayu dan siapa yang bukan. Bila dilihat secara global bisa disimpulkan kalau kompetisi makin ketat. Abang bisa lihat di harian Kompas, bila ada lowongan pekerjaan dimanapun itu, syaratnya IPK minimal 3.0 dari Universitas terkemuka, bisa berbahasa inggris aktif dan pasif, menguasai komputer, dll yang mengandalkan prestasi. Tidak pernah ada yang menulis “Putra Daerah atau Bukan”. Era globalisasi terus berjalan cepat Bang, lihat saja di Jakarta dan Medan, bahkan di Papua ini, tidak sedikit putra-putra terbaik dari Eropa dan Amerika yang mengisi posisi penting di sebuah perusahaan. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi banyak orang asing yang menjadi pegawai biasa di suatu perusahaan di negara ini.

    Mari kita jaga Indonesia,
    Buat anak cucu kita kelak.

    Posted by Andika | Senin, 11 Februari 2008, 2:11 am
  10. @batubaranews

    Ya, saya mengerti dengan apa yang abang terangkan. Tapi menurut Waspada Online yang saya baca, sebanyak 24 putra terbaik Batubara telah terakomodir sebagai CPNS. Bukankah ini awal yang baik? Tahun-tahun berikutnya mungkin akan lebih banyak lagi.

    Maaf Bang, bukankah isu “Putra Daerah” memang sengaja dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengkotak-kotak kan kita? Ini adalah “devide et impera” gaya baru.

    Satu hal yang saya puji dari “Almarhum Pak Harto”, beliau mengadakan transmigrasi, mutasi pegawai negeri sipil, Polisi dan TNI dari satu daerah ke daerah yang lain. Tujuannya apa? Beliau ingin membaurkan seluruh bangsa ini. Dan terbukti sangat efektif.

    Indian, tak ubahnya Jakarta atau Medan. Tapi lihat, pembangunan dan perekonomian tetap jalan tanpa memandang siapa Betawi/Melayu dan siapa yang bukan. Bila dilihat secara global bisa disimpulkan kalau kompetisi makin ketat. Abang bisa lihat di harian Kompas, bila ada lowongan pekerjaan dimanapun itu, syaratnya IPK minimal 3.0 dari Universitas terkemuka, bisa berbahasa inggris aktif dan pasif, menguasai komputer, dll yang mengandalkan prestasi. Tidak pernah ada yang menulis “Putra Daerah atau Bukan”. Era globalisasi terus berjalan cepat Bang, lihat saja di Jakarta dan Medan, bahkan di Papua ini, tidak sedikit putra-putra terbaik dari Eropa dan Amerika yang mengisi posisi penting di sebuah perusahaan. Dan bukan tidak mungkin sebentar lagi banyak orang asing yang menjadi pegawai biasa di suatu perusahaan di negara ini.

    Mari kita jaga Indonesia,
    Buat anak cucu kita kelak.

    Posted by Andika | Senin, 11 Februari 2008, 3:47 am
  11. @Andika
    Kapan pulang ke Indrapura?
    Jangan lupa kampung halaman. Ingat pesan alm. Pak Raja Inal : “Marsipature hutanabe” 🙂

    Terus pantau ya, blog ini !
    [indonesianews-indonesia.blogspot.com] kok gak bisa dibuka?

    Posted by batubaranews | Selasa, 12 Februari 2008, 8:06 am
  12. @Boel,Andika,Vina.
    Ingat gak perjuangan para pendiri bangsa kita ini walaupun tujuannya tuk merdeka tapi tetap membawa panji kedaerahannya masing-masing. Setiap bangsa harus mempunyai harga diri dulu to? Nah,itu dulu harus mempunyai rasa cinta daerahnya sebagai simbol identitas diri. Jadi defenisi putra daerah yaitu orang yang secara turun-temurun domisili diderah itu suku apapun dia,mempunyai rasa cinta daerah itu baik segi budaya,sosial dan terikat secara emosional dengan kehidupan masyarakat daerah itu. Maka jelaslah orang yang tau dan mengenal daerah tersebut adalah orang yang secara pikiran dan tindakan nyata paham akan permasalahan yang ada,yaitu putra daerah. Kami dari FORMAMDE peduli akan kondisi Batubara yang tercinta walaupun kami tidak cari kerja di sana,namun kami mempunyai tanggung jawab moral terhadap pembangunan Batubara karena kami putra daerah.
    Saran kami buat Pemkab biar terjadi keadilan tolong lakukan sistem kuota tuk Penerimaan PNS yaitu 75% asli orang Batubara suku apapun dia sesuai defenisi diatas,karena Batubara diperjuangkan tuk masyarakat disana baru yang lain.Ingat karena itu adalah syarat disetujuinya berdiri Kab.Batubara , untuk mensejahterakan dan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat serta mengejar ketertinggalannya dari daerah lain,sekarang kok justru CPNS dari daerah lain yang berjubel? Apa orang KTP Batubara bisa mendaftar CPNS didaerah lain? ADa APa ini,nanti sesudah PNS apa gak minta mutasi kedaerahnya. Jadi Tolong putra daerah siapkan diri menyongsong Pilkada yang akan datang karena itulah yang sewajarnya kita lakukan,Klo bukan kita siapa Lagi. Lihat pelantikan DPRD belum terealisasi,sekolahan pada rusak (244 sekolah,red),minyak solar gak ada,perkelahian nelayan dilaut rebutan daerah tangkapan. Ya itu akibat Batubara hanya dijadikan batu loncatan saja tuk karier yang lebih tinggi. Salam baek2lah Batubara News,lumayan jugo jumlahnyo. OK sampai Bersuo lagi laen waktu,Horas ! telp.021 92129660,hp.081311352368.

    Posted by JHON WISLY MANURUNG | Senin, 18 Februari 2008, 1:25 pm
  13. @Jhon Wisly Manurung

    Secara prinsip saya sepakat dengan apa yang Abang ungkapkan “Panji Daerah” memang secara alamiah ada di dalam diri kita masing-masing dan tidak mungkin akan pernah hilang. Tapi dengan jiwa besar kita harus bisa “Mengontrol rasa kedaerahan tersebut” agar tidak salah arah (semoga).

    Buat rekan-rekan yang belum lulus CPNS, saya mempunyai satu cerita – kisah yang saya alami yang mungkin berguna bagi kalian semua;

    Pada saat saya melanjutkan sekolah ke Inggris beberapa tahun lalu, saya bertemu dengan “K” seorang mahasiswa Tekhnik Pengeboran Lepas Pantai (MSc) yang berkewarganegaraan Malaysia. Beliau akhirnya menjadi sahabat saya. Suatu ketika “K” terlihat murung dan saya menanyakan apa masalah yang dia hadapi. “K” menyebutkan bahwa dia baru sanggup membayar separuh uang kuliah itu pun setelah menjual harta yang dimilikinya di Malaysia. Akhirnya saya dan K berupaya mencari kerja paruh waktu di kampus, dan “K” akhirnya mendapatkan kerja sebagai “PENCUCI PIRING” di kantin kampus dengan gaji 5 poundsterling per 2 jam.

    Setiap kali pulang mencuci piring mata “K” terlihat berkaca-kaca. Saya sering bertanya “Ada apa?” dan “K” menjawab “Saya sedih!”. “Coba Hang (kamu) fikir, pagi saya hanya makan gula-gula (permen), siang makan sepotong roti dan malam makan jatah dari mencuci piring” sambung K. Saya hanya bisa berkata “Sabar!” dan saat itu K berkata “Saya akan buktikan kalau saya bukan pencuci piring biasa, saya akan bekerja di BP (British Petrolium)selepas study. Saya tidak akan kembali ke Malaysia sebelum saya berjaya (sukses)”. Saya bertanya kembali, “Kenapa hang (kamu) tidak ingin bekerja di Petronas Malaysia?” dan K menjawab “Hang (kamu) tahu kalau Petronas itu hanya untuk keluarga Kerajaan (negara)”. Saya pun hanya bisa bilang “Ooooo!”

    Singkat cerita, setelah menyelesaikan MSc nya sahabat saya K pun akhirnya berhasil bekerja di Bristish Petrolium, United Kingdom. Dan baru-baru ini beliau memberi kabar bahwasanya ijin kerja beliau untuk lima tahun telah didapat dan setelah itu beliau berhak mendapatkan “Passport United Kingdom”.

    Pelajaran apa yang bisa kita ambil..
    – Jangan pernah putus asa – tekad baja
    – Perjuangan yang tulus akan memberikan hasil yang manis
    – Dunia ini luas

    Semoga bermanfaat

    Posted by Andika | Selasa, 19 Februari 2008, 4:55 am
  14. siapapun yang menang..bukankah semua nantinya utk kemajuan batubara
    biarlah itu semua dipandang dari segi positif

    dan pandanglah ini sbg tantangan utk lbh gigih lagi khususnya bagi putra daerah saatnya unjuk prestasi

    Posted by friskila damaris | Kamis, 4 September 2008, 12:03 pm
  15. Mas. Andika….

    Pelajaran apa yg bisa saya ambil…..
    – jangan pernah putus asah – tekad baja
    – perjuangan yang tulus akan memberikan hasil yang manis
    – Dunia ini luas.

    – ?

    ^ saya rasa perjuangan …. cukup/
    ^ tetapi dengan terjadinya kekeliruan yg 75% disengaja itu disebut Perjuangan…. baik?
    ^ Apa kah ilmunya…. Perjuangan?

    Posted by Muua | Selasa, 13 Januari 2009, 10:46 pm
  16. saya anak batu bara di lahirkan di ujung kubu SD neg.013883 pem paoh. SMP Neg.Tanjung Tiram.SLTA Di Pem Siantar. Universitas Di Jakarta. ( saya keturunan Orang batak ). saya mengaku anak batu bara walaupun orang tua saya dari toba. tetapi saya sudah jadi putra daerah Batu Bara. dan kami minta kep. Pemimpin daerah bukan tidak banyak putra daerah batu bara yang sudah pendidikan tinggi dan berhasil. kami akan kembali memimpin daerah kami. dan memajukan nya terutama infra struktur. coba bapak perhatikan penghasilan terutama daerah tannjung tiram dan sekitar nya. bila mana perbaikan jalan dilakukan penduduk disana pasti kehidupan nya semakin layak. jangan memperkaya diri sendiri atau kelompok perhatikan masyarakat.

    BRAVO BATU BARA

    Posted by maret | Minggu, 22 Februari 2009, 11:39 am
  17. batubara,,sy datang

    NIP cpns dah keluar 😀

    Posted by Roy Suryo | Jumat, 13 Maret 2009, 9:13 pm
  18. kalau anda tidak pernah berbuat untuk daerah, wajarlah daerah tidak memberikan apa untuk anda.

    Posted by malwich | Selasa, 13 Oktober 2009, 1:36 pm
  19. pak bupati yg terhormat
    tolong penerimaan cpns oktober 2009 jangan dibuat ajang cari duitlah, saya putra daerah sangat miris melihat banyaknya para calo cpns 2009 ini yg menjanjikan kelulusan agar membayar sekian juta rupiah utk lulus, bagaimana kalau udh lulus nanti kompetensinya utk bekerja kan dipertanyakan untuk kemajuan kab.batubara mendatang, jangan gara-gara setitik nila rusak susu sebelanga pak bupati

    Posted by mustafa | Kamis, 15 Oktober 2009, 11:58 am
  20. ada yang tahu gak alamat kantor lurah di kab. batu bara. aku udah lelah sekali jadi pengangguran. kali aja rejeki. help me plsssss. oh ya orang batu bara boleh koq coba di kab. lain. chayoooo!!!! semangat!semangaaaaaat!!!!!!!!!!!!

    Posted by melisa | Sabtu, 31 Oktober 2009, 9:40 pm
  21. jgn hanya bicara…

    liat dulu hasil nya anak batu bara is the best….

    ayo batu bara maju terus….

    putra daerah jangan sebagai penonton….
    kita pasti bisa..

    Posted by firma | Minggu, 29 November 2009, 12:20 am
  22. Admin yang terhormat, tolong diinformasikan kepada bapak bupati kito…kalau di kelurahan indrapura pengurusan segala macam surat sangat mencekik leher. Contohnya membuat KTP jo KK dananyo 70 rb s/d 125 rb, kalau ondak buek surat ganti rugi jo lurah harga dipatok 5 jt……..kalau model ko anggota pak OK, buruk nanti citra pak OK nanti dimato masyarakat kito

    Posted by andy | Rabu, 10 Maret 2010, 8:58 am
  23. Kondisi pengangguran dmn2 sama menurut ku…
    Dan yg sya heran kan…knp parmeter di perhatikan atau tidaknya putra daerah hanya dr diterima atau tidaknya menjadi PNS? Apa cman itu aja yg putra daerah batubara lakukan?ini
    Ini bukan salah penguasa…tp salah pemuda batubara yg gak mau bersatu mengirganisir diri..jd mari kita bersatu dan membuat organisasi agar kita bs mewujudkan tuntutan2 kita k penguasa….klo cman 10 org yg ngerasa gak d perhatikan,itu brrti cuman oknum….

    Posted by irvan | Kamis, 18 November 2010, 6:34 pm
  24. jangan tega ma org yg ingin bangkit untuk bernafas, lo harus grak lo harus grak oh temanku lo harus jujur.

    Posted by tega | Minggu, 19 Desember 2010, 10:08 pm
  25. memang betul putra daerah harus maju tapi jgn lupa batu bara harus terbuka untuk masyarakat yg bukan asli batu bara termasuk pengusaha dari luar daerah.Maju terus melayu Batu Bara “BravoBatu Bara”

    Posted by Dami suheri | Kamis, 15 Agustus 2013, 11:30 am
  26. pilih jugo si Oka, hancurla batubao

    Posted by ozhai | Sabtu, 31 Januari 2015, 8:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tidak ada
%d blogger menyukai ini: