//
you're reading...
Nasional

“PAK HARTO MENINGGAL DUNIA”

BATUBARANEWS. Hari ini, Minggu, 27/01/08, Sekitar pukul 13.10 Mantan Presiden Suharto menghembuskan nafas terakhir di RSPP Jakarta.

Presiden SBY yang mendengar kabar meninggalnya Pak Harto segera akan memberikan keterangan pers. Saat ini — saat berita ini ditulis batubaranews —- di RSPP Jakarta Pusat Tim Dokter yang merawat Pak Harto sedang mengadakan konfrensi pers.

Pengacara keluarga Pak Harto, Assegaf bergegas menuju Cendana ketika mendengar berita wafatnya Pak Harto. Jenazah Pak Harto kemungkinan akan dimandikan di Cendana.

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

41 thoughts on ““PAK HARTO MENINGGAL DUNIA”

  1. Turut Berduka Cita Sedalam – Dalamnya
    Redaksi Duaberita
    http://www.duaberita.com

    Salam

    Akmal B.Y

    Posted by Akmal B.Y | Minggu, 27 Januari 2008, 2:44 pm
  2. Mari kita doakan beliau, mudah2an diterima disisi Alah SWT. Amin……

    Posted by harmailis | Minggu, 27 Januari 2008, 2:48 pm
  3. pak Harto….
    gw turut berduka cita ya..

    smoga tenang di sana

    Posted by jaydumai | Minggu, 27 Januari 2008, 3:24 pm
  4. mari kita doakan bersama supaya beliau bs diterima disisiNya dengan segala pahala yang dimilikinya.
    amin….

    Posted by andra | Minggu, 27 Januari 2008, 3:28 pm
  5. turut berduka cita, semoga arwah beliau diterima di sisi-Nya. amin

    Posted by missglasses | Minggu, 27 Januari 2008, 3:32 pm
  6. turut berduka cita

    Posted by caplang[dot]net | Minggu, 27 Januari 2008, 3:55 pm
  7. saYa aVesInA wiSdA bUrhAna,,juRagAn miNyak TanAh,,
    toeroet berdukaaa tjita atas meninggalnya mr. SoeHARto,,,
    moga2 dtrime ame yang di Atas,,,,,
    amiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeenn…
    muach…

    Posted by avesina wisda burhana | Minggu, 27 Januari 2008, 3:56 pm
  8. yah,,,wlaupun q mch dendam ma suharto…
    gw doain dch,,,smoga dtrima d sisiny…
    gw jg brduka cita….
    GOOD BYE SOEHARTO,,,,,,,,,,
    PEACE,,,hahahahha

    Posted by penentang soeharto | Minggu, 27 Januari 2008, 4:00 pm
  9. Mengapa orang lebih mudah mengingat kesalahan pak soeharto dibandingkan dengan jasa beliau. Turut berduka cita.

    Posted by nicoustic | Minggu, 27 Januari 2008, 4:12 pm
  10. innalillahi wa inna ilaihi raajiuun..

    turut berduka cita yang sedalam2nya atas meninggalnya pak harto. semoga segala kesalahannya dapat diampuni dan segala amal ibadahnya dapat diterima oleh Allah SWT.

    amin.

    Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali…

    Posted by GiE | Minggu, 27 Januari 2008, 4:49 pm
  11. innalillahi wa inna ilaihi raajiuun..

    Tiada manusia yang sempurna…

    Posted by udienz | Minggu, 27 Januari 2008, 4:51 pm
  12. turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga dosa-dosa beliau di ampuni dan diterima amal kebaikannya oleh Allah swt.

    Posted by bocah tunggul | Minggu, 27 Januari 2008, 5:10 pm
  13. Selamat jalan pak Harto

    Posted by Irdawaty Izrul | Minggu, 27 Januari 2008, 5:19 pm
  14. Berdoa agar diterima di sisi-Nya.

    Posted by Mihael "D.B." Ellinsworth | Minggu, 27 Januari 2008, 6:28 pm
  15. Kepada semua saudaraku yang berkunjung ke blog anak kampung yang kampungan ini : Trims kepada kalian semua ya.

    Batubaranews juga belasungkawa atas kepergian Pak Harto. ‘Tiada manusia yg sempurna’ kata udienz. kita setuju itu. Meskipun begitu proses hukum harus dijalankan agar tidak ada kesan ada insan yang kebal hukum di negeri ini. Moga Allah menerima ‘amal2 beliau. Amin.

    Posted by batubaranews | Minggu, 27 Januari 2008, 6:30 pm
  16. Semoga semua amal ibadah beliau diterima disisi-NYA. Amin

    Posted by fikriana | Minggu, 27 Januari 2008, 7:44 pm
  17. kita juga pasti mati.
    tidak ada yang perlu ditangisi
    .
    hanya amal shaleh yang kita bawa
    nama besar pun akan sirna
    walau banyak kawan yang berduka

    dunia ini bukan tujuan
    semuanya hanya bekal perjalanan
    menuju kehidupan yang menawan

    Pak Harto telah banyak jasa dan pahalanya
    namun, dia juga mungkin banyak dosa terhadap sesama.

    http://subkioke.wordpress.com

    Posted by subkioke | Minggu, 27 Januari 2008, 7:49 pm
  18. Inna lillahi wa’inna lillahi roji’un
    Turut belasungkawa atas wafatnya Yth. Bapak H. M. Suharto bin Kertosudiro

    Posted by Jiwa Musik | Minggu, 27 Januari 2008, 8:11 pm
  19. turut berduka cita………… sapa yang merindukan di pimpin sama pak HARTO,,,,,, DI SANA di neraka,,,, suharto di angkat jadi raja,,,!

    Posted by teguh | Minggu, 27 Januari 2008, 8:30 pm
  20. mati bukan meninggal…

    Posted by lahapasi | Minggu, 27 Januari 2008, 8:40 pm
  21. Aku pun salah seorang yang turut berdukacita dan merasa kehilangan atas wafatnya pak harto …. selamat jalan pak Harto jasa-jasamu tetap kami kenang….

    Posted by imbalo | Minggu, 27 Januari 2008, 8:46 pm
  22. turut b’duka deh moga2 aja anak2nye suharto ada yg nerusin kepemimpinannye suharto

    Posted by viab | Minggu, 27 Januari 2008, 9:02 pm
  23. Untuk Presidenku……….
    Ya.. Allah…Ampuni dosanya beliau……………..

    Posted by dedhy99 | Minggu, 27 Januari 2008, 9:51 pm
  24. Turut berduka cita yg sedalam2nya untuk kepergian beliau…
    Semoga Arwah beliau mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME
    Buat yg merasa “dirugikan” beliau, mohon dimaafkan segala kesalahan beliau, dan kita sbg orang2 yg masih percaya pada pancasila, mohon segala kasus dan peradilan beliau di tutup saja, demi kebaikan dan demi kemajuan bangsa ini

    Posted by encyblogedia | Minggu, 27 Januari 2008, 10:45 pm
  25. Aku melihat bahwa ternyata bangsa ini adalah bangsa yang pemaaf. Memaafkan itu mulia, menurutku. Artinya, bangsa ini masih memiliki orang-orang yang berhati mulia. Jauh dari dendam. Dan Allah MAHA PEMAAF.
    Terima kasih kunjungannya di blog anak kampung yang kampungan ini !

    Posted by batubaranews | Minggu, 27 Januari 2008, 10:55 pm
  26. Sebagai sesama Muslim, satu Bangsa dan Negara Indonesia, saya turut berbela sungkawa…….

    Semoga mendapakan ganjaran atas segala amal dan perbuatannya yang telah dilakukan selama hidupnya.

    Posted by purmana | Minggu, 27 Januari 2008, 11:35 pm
  27. Innalillahi wa’inaillaihi Roji’un, turut berduka cita atas meninggalnya bapak HM. Soeharto,smoga amal ibdahnya diterima disisi Alloh dan kepada keluarga yang ditinggalkan smoga diberi ketabahan Amiin.
    saya hanya berharap kalau kasus pak harto ditutup saja kasihan beliau karena tidak akan merasa tenang di alam barzah

    Posted by iwan1976 | Senin, 28 Januari 2008, 12:15 am
  28. saya kira untuk kasus pak harto dihentikan saja karena sebuah kasus yang apabila yang bersangkutan dah meninggal maka kasus ditutup,biar kasus yang dia hadapi didunia ini ditutup saja karena masih ada pengadilan yang lebih adil, ‘Tiada manusia yg sempurna’ kata udienz. Saya setuju tapi tidak adakah kita merasa betapa jasa pak harto juga besar bwt bangsa dan negara ini.

    Posted by iwan1976 | Senin, 28 Januari 2008, 12:27 am
  29. Meski aku belum pernah ketemu langsung dan mengenal sosok Pak Harto, namun ada rasa kehilangan ketika mendengar Beliau udah mangkat. Maaf adalah hal tepat yang seharusnya diberikan kepada orang yang sudah meninggal, karena kelapangan hati kita untuk memberi maaf membantu orang yang bersangkutan menghadapi siksa kubur, Selain itu orang yang memberikan maaf juga mendapat pahala dari kata maaf itu.toh kita juga akan mengalami hal itu.

    Posted by zakiyah umami | Senin, 28 Januari 2008, 6:19 am
  30. Hanya Allah yang Maha Tahu baik buruknya seseorang.
    Semoga direrima di sisi-Nya sesuai dengan perbuatannya semasa hidupnya…..

    Posted by karaengisla | Senin, 28 Januari 2008, 9:18 am
  31. Turut berduka cita

    Posted by pnsgila | Senin, 28 Januari 2008, 9:19 am
  32. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu…Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, menerima amal-amal baik beliau, serta dilapangkan kuburnya…amin.

    Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran, bahwa menjadi pemimpin tidaklah mudah dan setiap orang tidaklah sempurna dan terjaga dari khilaf dan dosa, namun sebaik-baiknya orang adalah yg senantiasa mau memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik…

    Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita lahir dan batin untuk senantiasa dapat berjalan diatas aturan-aturan-Nya…amin

    Posted by Fakhrurrozy | Senin, 28 Januari 2008, 10:06 am
  33. salam takziah…
    semoga Allah merahmati roh beliau dan mengampuni segala dosa-dosanya.

    semoga amalan baiknya di dunia dapat membantunya di akhirat kelak.

    turut berdukacita menerima berita ini.

    Posted by anizyn | Senin, 28 Januari 2008, 10:45 am
  34. Sepertinya ada satu doa lagi yang lebih penting.
    Semoga semua orang di Indonesia – terutama yang selama ini membaca berita dari pers semata, mendengar berita dari pemerintah semata – dibukakan pintu hati dan kesadarannya..
    Sadarlah kawan, negara demokrasi ini tak sepenuhnya demokrasi.
    Tak bisa kita pungkiri, bahwa pers selama ini ada yang “mengekang” dan “mencampurtangani”, meskipun sepertinya pers sejauh ini baik-baik saja dan benar-benar saja.
    Para “pengekang” itulah yang lantas mengatur agar apa yang kita dengar dan baca menjadis sesuai dengan image yang mereka inginkan.
    Dan para “pengekang” itu, sudah pasti : PENGUASA
    Siapakah penguasa tersebut? Rasanya kita bisa menjawabnya sendiri.
    Kalau sudah tahu begini, apakah kita masih mau naif, bahwa apa yang kita dengar adalah yang terbenar?
    Ingat : Ga semua yang lo denger itu bener!”
    Fiuh.. indahnya zaman orde baru dulu..
    Hidup tenang..
    Sembako ga sadis harganya..
    Bahkan negara kita mendapat penghargaan dalam bidang ekspor beras.
    Image negara ini juga baik di dunia.
    Ga kayak sekarang.
    Iya, kan?
    Tapi apakah kita hendak memungkiri, bahwa kita sejujurnya pernah mendengar selentingan kabar..
    mengenai PETRUS – penembak misterius..
    Kebohongan SUPER SEMAR..
    Tingginya tingkat pelecehan seksual oleh TNI di Aceh dan beberapa wilayah lainnya..
    Hutang untuk menopangpembangunan (yang hebat itu)..
    Tewasnya Ibu Tien yang misterius..
    Jangan naif, kawan!
    Siapapun juga seharusnya bertanya-tanya..
    Bagaimana mungkin negeri yang makmur (pernah jadi pengekspor beras no.1, lho!) ini tiba-tiba menjadi salah satu negeri paling miskin di dunia – bahkan melebihi Ethiopia yang mengenaskan itu..
    Bagaimana mungkin budaya korupsi sebegitu mengakarnya – bahkan sampai tingkat desa dan kepala sekolah sekalipun..
    Bagaimana mungkin itu terjadi kalau bukan karena hal tersebut dianggap tidak tabu lagi..
    Dan ingat peristiwa G-30S(PKI)???
    Itu terjadi tanggal 30 September..
    Pembunuhan besar dalam sejarah Indnesia (bagaimana ga besar kalau korbannya TNI yang seharusnya ga lemah?)
    Tapi tahu, kan, kalau semua itu BERES pada tanggal 1 Oktobernya?
    SATU HARI!!!
    Hebat! Hebat! Hebat!!
    Tahu siapa “pahlawan” yang mampu melakukan hal itu?
    Yup, Pak HARTO!
    Betapa mustahilnya! Kecuali…….
    Yah, titiknya silahkan dipikirkan dengan hati nurani sendiri..
    Tahukah juga bagaimana cara Bung Karno meninggal?
    Lebih kejam daripada kalau kita (seandainya)menuntut kasus hukum Pak Harto dilanjutkan..
    Lebih kejam daripada kalau seandainya harta keluarga cendana dikebiri untuk membayar hukum perdata yang dikenakan pada beliau..
    Bung Karno dirumahkan..
    Ga boleh baca koran atau nonton TV.
    Ga boleh tahu bagaimana kabar negeri dan rakyatnya yang baru saja merdeka ini..
    dan hal itu harus dialami oleh seorang PRESIDEN yang memerdekakan bangsa ini (bersama orang hebat yang diakui dunia lainnya)..
    Itu pembunuhan karakter, Bung!
    Dan tahu ketika beliau sakit siapa yang memeriksa?
    DOKTER HEWAN!
    Manusiawi?
    Hey, kita menuntut kasus hukum Pak Hartoditutup untuk alasan manusiawi?
    Kenapa kita tidak menuntut nama baik Bung Karno dikembalikan untuk alasan yang sama?
    Kenapa kita malah ribut menuntut nama baik Pak Harto dikembalikan?
    Nama Pak Harto buruk karena fakta yang terbongkar!
    Nama Bung Karno buruk karena FITNAH!
    Mana yang lebih layak diprihatinkan?
    Atau jangan-jangan ada yang tidak tahu?
    Jangan naif, kawan!
    Belum lagi fakta orang-orang yang sakit hati karena rezim ORBA..
    Yang sudah pasti tidak akan disiarkan di media karena merugikan penguasa.
    Banyak orang dipenjara tanpa diadili (inikah tanda negara adil?)
    Banyak orang hilang secara misterius (kita pasti bisa bayangkan, Republik BBM kalau tayang zaman dulu pasti udah digulung pemerintah!)..
    Kalau ngaji aja sendal sampe diumpetin, karena kalo enggak kita bisa disangka lagi “rapat” yang mencurigakan pemerintah, dan habislah kalau itu terjadi, meskipun kita cuma ngaji, syuudzon bgt, yawh!
    Sebagian lagi dipaksa ngaku jadi PKI (padahal bukan), dan habis itu dihukum..
    Oh, kalau negeri ini benar-benar menjunjung tinggi keadilan dan kebenaran, jalankanlah proses hukum sesuai dengan yang semestinya. Rasa toleransi karena kasihan akan melemahkan hkum dan kalau itu terjadi pada kasusPak Harto, maka agar adil toleransi itu juga bisa berlaku untuk para terpidana lainnya. Kalau gitu, itu namanya melemahkan ketegasan hukum Indonesia. Itu yang dimau?
    Toh hukum itu tak akan “menyakiti” Pak Harto (yang notabene sudah tak ada), jadi kalau alasan kita kasihan Pak Harto, alasan itu sudah tak berlaku lagi. Atau kita mau kasihan pada anak-cucunya juga?
    Buat apa? Mereka kaya raya! Sehat Wal afiat!
    Kalau gitu, kasihanilah terpidana lainnya!
    Lagipula, jangan naif, World Bank tahu bagaimana korupsi yang dilakukan Pak Harto dan koleganya..
    Jadi, hukum perdata harus tetap dijalankan..
    Katanya mau korupsi dibrantas?
    Kalau kasus korupsi terbesar (di dunia, lho!) dimaafkan begitu saja, yaaaaahhh… cemen! Jangan harap korupsi hilang!
    Jadi, mari kita maafkan Pak Harto, tapi juga…
    Mari tegakkan hukum dan keadilan..
    Hal itu bukan terkait dendam pada Pak Harto, tapi terkait penegakkan hukum dan keadilan yang sudah semestinya dilakukan.

    Posted by rheedyaorange | Senin, 28 Januari 2008, 10:52 am
  35. sepakat rheedyaorange…

    Posted by regar07 | Senin, 28 Januari 2008, 11:21 am
  36. @ All
    Kita harus jadi bangsa pemaaf, tapi kita mau kasus2 yayasan beliau diselesaikan. Kalau memang benar ada penyelewengan dana negara, ya harus dikembalikan ke negara.
    Tentu lebih baik untuk tidak menyimpan dendam.
    Pemberi maaf lebih mulia, kan?

    Lagi2 terima kasih ya, atas kunjungannya.

    Posted by batubaranews | Senin, 28 Januari 2008, 12:10 pm
  37. Selamat Jalan Pak Harto…
    Doa Kami bersamamu…
    Selamat Jalan Pak Harto…

    Posted by Artist Indonesia | Senin, 28 Januari 2008, 3:03 pm
  38. saya dan keluarga besar smk 11 jakarta turut berduka cita

    Posted by sudiono65 | Senin, 28 Januari 2008, 3:35 pm
  39. SELAMAT JALAN, BAPAK PEMBANGUNAN…
    TANPAMU, MUNGKIN INDONESIA BELUM KAYAK GINI…
    SAYA RINDU PEMIMPIN SEPERTIMU,,,

    Posted by arif | Senin, 28 Januari 2008, 8:01 pm
  40. # !rheedyaorange…
    Biarlah pak Harto pergi dengan amal dan perbuatanya, karena kalo dia mati sudah bukan tanggung jawab manusia lagi, itu sudah kuasa Allah.
    Kita tidak akan pernah tau hati yang terdalam dari Pak Harto, Hanya allah sajalah yang tau. siapa tau hati kita lebih buruk dari pak Harto.
    Cemen? apakah dulu ente berani berkata seperti itu di kala dia sedang menjabat? saya inget perkataan Pak Amien Rais di AnTV “Dosa Pak Harto bisa jadi dosa kolektif karena rakyatnya pada saat itu hanya bisa meng-IYA-kan semua ucapanya tanpa mencerna itu baik atau buruk untuk bangsanya”

    “Dia berteriak saat yang lain diam, namun dia diam saat yang lain berteriak, itulah sang Pemberani Sejati”

    Posted by udienz | Senin, 28 Januari 2008, 8:23 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Klik tertinggi

  • Tak ada
%d blogger menyukai ini: