//
you're reading...
Info Sumut

Tentang Kemenangan Syampurno

MARI BER-INTROSPEKSI DIRI
Oleh : AHMAD HADIAN * (email: aa_hadian@yahoo.com)

Membaca Waspada Selasa, 22 April 2008 seputar kemenangan Syampurno, hati saya jadi terusik dan merasa berkewajiban membuat tulisan ini. Disana ada sebuah statement dari seorang politisi “pihak luar” (karena sebenarnya ia tidak terlibat dalam pemenangan Syampurno) dan tulisan seorang kandidat doctor yang kedua-duanya baik secara implisit maupun secara vulgar menuding adanya Pahlawan (Partai) Kesiangan (semoga statement mereka itu bukan pesanan pihak-pihak tertentu). Kedua tulisan itu telah secara transfaran menggiring opini public bahwa PKS lah pahlawan kesiangan itu. Kemudian kedua orang tersebut dengan gigih “berjuang” memposisikan PPP sebagai yang paling berjasa dalam proses pemenangan Syamsul-Gatot pada pilkada yang baru lalu. Bahkan ditulis disana “klaim kemenangan PKS di Sumut adalah sebuah kecelakaan sejarah yang dilakukan oleh PKS”. Saya hanya ingin mengklarifikasi kepada anda berdua (Bung M. Umar Syadat Hasibuan & Bung Wira Abdi Dasopang), bahwa sampai detik ini PKS tidak pernah mengeluarkan statement yang mengklaim bahwa kemenangan Syampurno adalah kemenangan PKS. Kalau PKS belakangan ini ramai dibicarakan di mass media, khususnya pasca kemenangan HADE di Jabar dan Syampurno di Sumut, itu tidak lebih dari analisis para pengamat politik yang menjadi nara sumber dimedia elektronik dan media cetak yang melihat bahwa mesin politik PKS di dua pilkada tersebut benar-benar efektif, dan mereka tentunya nmemiliki alasan tersendiri sehingga mereka menghasilkan analisis seperti itu.
Kedua kawan itu sepertinya lupa atau tidak tahu bahwa Ir.Tifatul Sembiring (Presiden PKS) ketika diwawancara oleh TV One, Apakah kemenanngan Syampurno ini kemenangan PKS ? Beliau katakan “Tidak”, Kemenangan ini karena ketokohan Syamsul Arifin di Sumut itu tidak tanggung-tanggung, ditambah lagi dari kesolidan sebelas partai pendukungnya”.

Dalam hal ini kita semua harus bersikap dewasa dalam mencermati sebuah kemenangan – demikian juga kekalahan. Kemenangan dan kekalahan dalam sebuah pertarungan adalah hal yang biasa dan itu adalah akumulasi dari sebuah proses panjang. Kemenangn yang diraih seseorang tentunya bukan datang begitu saja seperti sebuah hadiah yang turun dari langit, sama sekali tidak. Ada proses panjang yang alot dan memerlukan kegigihan perjuangan dalam meraihnya. Khusus dalam kemenangan Syampurno di pilkada sumut, marilah kita lihat dengan fikiran yang jernih, hati yang bersih dan niat yang tulus bahwa kemenangan Syampurno yang nota bene didukung oleh sebelas partai politik adalah kemenangan bersama partai-partai pendukungnya. Janganlah mengklaim kemenangan ini kemenangan sepihak saja – sebagaimana PKS juga tidak pernah mengklaim seperti itu. Bahkan kami menyatakan bahwa kemenangan Syampurno adalah kemenangan dakwah, kemenangan aspirasi umat Islam dan kemenangan banyak pihak. Kalau nyatanya PKS berada diantara kemenangan itu, marilah kita lihat itu sebagai sesuatu yang wajar dan logis, tidak perlu terlalu ketakutan akan kalah pamor, tidak perlu kebakaran jenggot (sedangkan PKS yang banyak berjenggot saja tidak merasa kebakaran).
Saya ingat bahwa pada tgl 16 April setelah hasil Quick Count diumumkan di Televisi dan menyatakan keunggulan Syampurno, saya langsung menyebarkan SMS ke kader-kader PKS khususnya di Batubara dan bahkan SMS itu saya kirim juga ke HP Mas Gatot yang isinya : ” Idzaa Jaa-a Nashrullahi wal fathu ……….. Fasabbih bihamdi robbika wastaghfirhu….(cuplikan QS an Nashr) yang artinya : Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan…..maka bertashbihlah dengan memuji Tuhan mu dan mohonlah ampun kepada Nya). Tidak ada pihak yang paling berhak mendapat pujian dalam kemenangan ini kecuali Allah swt, pemilik kemenangan itu sendiri. Tidak juga PKS.

Jangan memancing di air keruh

Kami menghimbau kepada berbagai pihak –terutama kepada pihak-pihak “luar” jangan benturkan PKS dengan PPP. Kami sudah mampu membuktikan bahwa partai-partai Islam bisa berkoalisi dan berhasil memenangkan pilkada. Selama proses pilkada perlangsung kami merasa enjoy berdampingan dan bekerja sama dengan PPP begitu juga dengan partai-partai pendukung lainnya. Jangan pula justeru pihak ketiga yang memanas-manasi kami. Sebenarnya kalau mau arif kita berkaca kepada diri sendiri, ketika anda menunjuk satu pihak sebagai pahlawan kesiangan, sesungguhnya ingatlah bahwa ketika anda menunjuk itu, hanya satu jari anda tertuju kepada yang anda tunjuk, sedang tiga jari lain menunjuk dada anda sendiri.
Kami PKS memandang PPP sebagai partner yang baik, terlepas dari siapa yang terlebih dahulu mendukung Syamsul Arifin, itu hanya sebuah proses yang biasa terjadi dalam mengusung bakal calon. Dipihak lain pun proses ini pasti terjadi. Ketahuilah bahwa kemenangan seorang calon akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor; disana ada faktor popularitas dan akseptabilitas sang calon, ada faktor soliditas partai pendukung dan ada juga faktor faktor lain yang juga berperan dalam menentukan hasil sebuah pertarungan. Kami sangat setuju kalau Bang Syamsul adalah tokoh Sumut yang populer dan akseptabel. Kredibilatas beliau sudah tidak perlu diragukan lagi (itulah makanya PKS menjagokan beliau). Tetapi maaf – tanpa mengecilkan sosok Bang Syamsul – bagaimanapun populer dan baiknya seorang tokoh tidak akan bisa dipilih rakyat jika tidak diupayakan secara gigih dan sistematis untuk bisa diterima rakyat. Nah upaya yang gigih dan sistematis inilah yang kami bersama sebelas partai pendukung bang Syamsul lakukan selama ini hingga Syampurno meraih kemenangan.
Saya justeru sangat respek terhadap tulisan Bung Choking Susilo Sakeh pada rubrik opini Waspada Senin 21/4. beliau dengan sangat “dewasa” memaparkan bahwa semua pihak pendukung Syampurno telah mampu “mengakrabkan” tokoh yang mereka dukung kepada masyarakat dengan maksimal. Maka jelaslah bahwa kebesaran seseorang sesungguhnya tidak jaminan akan mendapat tempat dihati masyarakat tanpa proses pengakraban yang dilakukan terus-menerus dengan gigih dan sistematis. Inilah hasil kerja sebelas partai pendukung Syampurno dan juga ormas-ormas pendukung lainnya. Satu hal saya melihat disini peran serta ormas al Wasyliyah sangat signifikan. Mereka untuk yang kedua kalinya berhasil mengkonsolidasikan dirinya dengan baik setelah sebelumnya dulu memenangkan almarhum ustad Abdul Wahid sebagai senator sumut di DPD RI. Maka dalam kesempatan ini kami menghimbau wahai saudara-saudaraku, mari kita raih kemenangan ini dengan “dewasa”. Masing-masing kita turut berperan dalam kemenangan ini sedikit atau banyak. Khusus kepada saudara kami PPP janganlah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin “memancing di air keruh”. Justeru kesolidan kita selama ini mari kita manfaatkan untuk kemenangan rakyat di even-even yang lain agar kehadiran kita ditengah-tengah masyarakat jadi lebih bermanfaat.

Takdir Sejarah

Sejak awal kami di PKS selalu diajarkan untuk tidak gila jabatan, untuk tidak silau dengan kedudukan, untuk tidak haus dengan popularitas. Lihat saja para petinggi PKS di Jakarta menyikapi berbagai “tawaran” dari pihak lain meyusul kemenangan HADE dan Syampurno, ada yang mencoba membuat wacana menduetkan Kalla – Hidayat untuk Pilpres 2009, ada lagi tawaran dari partai yang berkoalisi di pilkada Jabar untuk menjadikan koalisi permanen untuk Pilpres 2009. Tapi ustadz Tifatul Sembiring selaku presiden PKS menanggapi ini dengan biasa-biasa saja dan akan menyerahkan masalah ini kepada yang berhak, yaitu Majelis Syuro. PKS selama ini sudah memahami bahwa jabatan bukanlah Tasyrif (kemuliaan uang boleh disombongkan) tetapi bagi kami jabatan adalah Taklif (sebuah beban amanah yang wajib dipikul dengan istiqomah). Ketika kami harus mengejar jabatan tertentu, itupun akan dipakai sebagai sarana pelayanan kami kepada masyarakat, sebab Rasulullah saw pernah bersabda ; Sayyidul Qoum, Khodimuhum (Pemimpin sebuah kaum adalah pelayan bagi kaum nya). Berangkat dari pemahaman inilah PKS sejak awal menjadi partai yang konsisten menggagas koalisi parpol Islam pada Pilgubsu ini. Bahkan karena konsistensinya itulah PKS terpaksa harus menjadi penjaga gawang wacana koaliasi sehingga harus menentukan calonnya disaat-saat terakhir. Sejak awal PKS komit bahwa untuk kepentingan umat Islam kami siap hanya menjadi partai pendukung tanpa memajukan kadernya sebagai calon gubsu & wagubsu. Jika kemudian Gatot Pujo Nugroho akhirnya berpasangan dengan Syamsul Arifin, itu tidak lebih dari (meminjam istilah yang selalu dilontarkan oleh Gatot) sebagai “takdir sejarah” bagi PKS dan pribadi Gatot.
Saudaraku, sesungguhnya yang akan jadi Gubsu dan Wagubsu itu telah jauh-jauh hari ditentukan oleh Allah swt bahkan telah ditulis di Lauh Mahfuzh (di langit sana). Cuma karena kita tidak mengetahui rahasia itu, maka kita bertarung dalam pilkada. Sekarang (insya Allah) Syamsul – Gatot lah rupanya yang telah dituliskan itu.

Penyakit Hati

Dihadapan kita masih banyak yang harus kita lakukan. Rakyat sudah menunggu realisasi janji-janji Bang Syamsul dan Mas Gatot yang tertuang dalam visi-misi mereka. Selaku pihak pendukung mereka, marilah kita satukan tekad kita untuk mendukung mereka berdua dalam mengemban amanah ini. Do’akan mereka dengan tulus, nasihati mereka jika mereka keluar dari yang semestinya. Kalau kita yang mengaku pendukungnya lantas justeru membuat sesuatu yang kontra produktif dengan melakukan provokasi, maka ketahuan lah akhirnya siapa sebenarnya pendukung yang sejati. Lebih dari itu, marilah kita tata hati kita menjadi hati yang bersih dan ikhlas dalam berjuang. Apapun yang kita perjuangkan selama ini, bukankah sudah kita niatkan untuk ibadah kita, agar kedua calon kita bisa beribadah dengan kepemimpinannya di Sumut ini ? ketahuilah saudaraku ada satu penyakit hati yang amat membahayakan kita. Penyakit itu bernama GHURUR, hati yang mengidap penyakit ini adalah hati yang selalu marasa tinggi-sebenang, merasa lebih baik dari orang lain, merasa punya jasa sendirian sedangkan yang lain tidak. Astaghfirullah al ‘Azhiim, semoga kita dijauhkan dari penyakit tersebut dan semoga Allah senantiasa mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Aamiin !
Terakhir untuk Bang Syamsul dan Mas Gatot saya hanya bisa mengucapkan :
“Bersabarlah dan bertakwalah saudaraku, amanah berat sekarang berada dipundak kalian berdua, semoga kalian selamat dalam mengemban amanah ini”.

Wallahu a’lam bish showwab,

* Penulis adalah Ketua Umum DPD PKS Kab. Batu Bara
“Bukan Kandidat Doktor apapun”.

About batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

2 thoughts on “Tentang Kemenangan Syampurno

  1. Ya, sekali lagi : “semoga kalian selamat dalam mengemban amanah ini”

    Posted by kedaikitakita | Minggu, 27 April 2008, 1:17 am
  2. Syamsul yg dibangga2kan itu tlh msk penjara karena korupsi. seingat saya ktk masa kampanye pilgubsu 2008, batubaranews teermsk salah satu pendukung fanatik syamsul. itu sah saja, sayangnya anda tdk pernah tau apa yg dia lakukan terhdp km sebagai warga langkat

    Posted by Togar lubis | Senin, 31 Oktober 2011, 1:01 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: