//
you're reading...
Nasional

Misteri Nama-Nama Susu Dan Makanan Bayi Yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii

Nama-nama susu dan makanan bayi yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii itu hingga saat ini masih misteri. Sri Estuningsih, peneliti IPB yang menemukan 22 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) tercemar bakteri tersebut tidak mempublikasikannya ke khalayak. Hal ini mengakibatkan keresahan di masyarakat. Keresahan ini tampak dari banyaknya komentar-komentar pada weblog yang membahas masalah tersebut.
Beberapa komentar yang dapat kami kutip seperti berikut ini :

# Sebagai tindakan preventif agar bakteri tersebut tidak memakan korban, Pemerintah seharusnya segera mengumumkan nama produk yg terkontaminasi tersebut

# iya jgn cuma heboh aja ada susu bayi yg terkontaminasi bakteri, kok diam aja??? umumkan donk ke publik/masyarakat/media tv/cetak merk apa saja yg terkontaminasi, ….

# ini kok malah ditutup-tutupi..?
seharusnya sesegera mungkin diumumkan dan dilakukan penarikan produk dari pasar..
di endonesya harga nyawa dan kesehatan murah banget yah, bisa dipertaruhkan sedemikiyan rupa…

# wah..harus segera di umumkan dong…kita2 para ibu sangat khawatir nih…pemerintah jangan diam dan sembunyi dong…diam itu bukan selamnya emas tauk!!

# tolong ya, pemerintah harus sesegera mungkin menindaklanjuti masalah ini, soalnya ini menyangkut pertumbuhan anak indonesia yang nantinya akan menjadi penerus bangsa, jadi kami mohon untuk diumumkan merk2 susu dan makanan apa yang berbahaya jadi kita sebagai kaum ibu tidak bingung dan salah mengasih susu buat anak2 kita, kenapa harus ditutup2i seharusnya ini harus cepat-cepat diumumkan merk2 apa saja, mohon di perhatikan dan ditindaklanjuti

Komentar-komentar yang senada bahkan berisi makian pun berseliweran. Barangkali diakibatkan keresahan dan kegundahan atau mungkin juga kepanikan masyarakat atas informasi yang setengah-setengah ini.

Sementara itu diberitakan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) telah mendesak pemerintah untuk segera mengumumkan nama-nama susu yang terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii tersebut.

Tetapi, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari justru meragukan hasil penelitian tersebut, dan mencurigai adanya perang produk. Untuk jelasnya kami kutipkan dari media Tempo Interaktif sebagai berikut :

Menteri Kesehatan Ragukan Penelitian Susu Berbakteri enterobacter sakazakii

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari meragukan hasil penelitian Institut Pertanian Bogor soal sejumlah susu dan makanan bayi yang mengandung bakteri.
“Penelitian itu signifikan atau tidak, siapa yg meneliti, caranya bagaimana, pendanaannya bagaimana, kenapa yg diperiksa susu itu,” kata Siti Fadillah, sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Selasa (26/2).
Peneliti Institut Pertanian Bogor, Sri Estuningsih, menemukan 22 persen susu formula (dari 22 sampel) dan 40 persen makanan bayi (dari 15 sampel) terkontaminasi bakteri enterobacter sakazakii. Sejumlah merk susu diduga tercemar.
Siti Fadillah mencurigai adanya perang produk. “Maka dari itu, tanya dananya dari mana, untuk apa dia melakukan penelitian itu. Tiba-tiba dia meneliti, yang meneliti itu dokter siapa,” katanya.
Ia mengatakan akan meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengkaji hasil penelitian itu secepatnya. Bila penelitian itu terbukti signifikan untuk bidang kesehatan maka akan ditindaklanjuti. “Agar masyarakat tidak bingung,” katanya.
(Ninin Damayanti)

Pemerintah Indonesia harus tegas menyikapi masalah ini. Jika penelitian tersebut benar adanya, maka nama-nama susu dan makanan bayi yang tercemar bakteri enterobacter sakazakii tersebut mesti diumumkan dan mengambil tindakan lebih lanjut kepada para produsennya. Semoga pemerintah segera merespon keresahan ini sehingga misteri nama-nama susu dan makanan bayi yang tercemar bakteri Enterobacter Sakazakii dapat terungkap.[]

About these ads

Tentang batubaranews

Info-Info MEMBARA !!

Diskusi

71 pemikiran pada “Misteri Nama-Nama Susu Dan Makanan Bayi Yang Tercemar Bakteri Enterobacter Sakazakii

  1. aq harap pemerintah bijaksana dalam menyelesaikan masalah ini
    kasiankhan kl baby kita dari bayi sudah dikasih makanan yg tercemar bakteri
    INI SALAH SIAPA????

    Posted by endw15 | Rabu, 27 Februari 2008, 9:02 am
  2. menkesnya malah bertanya?? sapa tuh yang neliti?? DOKTER HEWAN khan?? :lol:

    emang kenapa dengan penelitian dokter hewan bu mentri? :|

    Posted by dobelden | Rabu, 27 Februari 2008, 9:17 am
  3. Mana merknya?

    Posted by sibermedik | Rabu, 27 Februari 2008, 9:57 am
  4. iya nich…anakku 2,and kedua2nya minum susu setiap hari,bisa 5 kali minum sehari, kalo ada bakterinya kan sama aja aku sebagai ibu udah ngebunuh anakku pelan2 karena ngasih makanan beracun.please dech pemerintah cepat tanggap. umumkan namanya. ya kalo masih meragukan hasil dari ipb, bentuk dong segera tim dari lembaga resmi yang jelas ditunjuk depkes.. please d jangan lamban. ini menyangkut masa depan anak -anak bangsa. ..

    Posted by tika saraswati | Rabu, 27 Februari 2008, 10:30 am
  5. Perang Produk? Mungkin juga. Kalo itu penelitian pribadi, patut diragukan. Toh sudah ada Badan POM yang bertanggung jawab. Kalo ada apa-apa, ya dia yg harus “digantung”. Tul kan?

    Posted by creativesimo | Rabu, 27 Februari 2008, 11:06 am
  6. hhmm..kayanya semua berbahaya truss gmana cara cari sesuatu yang sehat di bumi tercinta kita ini

    Posted by lccptc | Rabu, 27 Februari 2008, 11:37 am
  7. seperti biasa, konspirasi di indonesia. kesehatan kok minta prioritas. klo politik lha wajar

    Posted by nopex | Rabu, 27 Februari 2008, 11:42 am
  8. maaf sebelumnya,iya juga sich klo misalkan langsung dipublikasiin prodak apa terbukti ada komposisi merugikan tsb pasti semuanya akan rusuh dan kehancuran akan terjadi,tapi baiknya gimana klo produk yang sudah terbukti ada komposisi bakteri tsb,langsung saja tarik dari pasaran tapa dipublikasikan,karena masyarakat butuh kesehatan,apalagi balita,,!mereka kan penerus perjuangan kita,masa kita membiarkan penerus kita hancur hanya karena,membiarkan keadaan.saya mohon segera selesaikan, karena saya juga kebetulan saya juga punya sodara yang masih balita.kami yakin kebijaksanaan adalah semuannya
    A_ga…………!TSM

    Posted by agadoank | Rabu, 27 Februari 2008, 11:43 am
  9. @Semua
    Terima kasih ya kunjungannya.

    “MENURUT SELENTINGAN BERITA, NAMA-NAMA PRODUKNYA AKAN DIUMUMKAN BESOK ……………. “

    Posted by batubaranews | Rabu, 27 Februari 2008, 11:50 am
  10. Wah Boleh juga tuh …. Kalau sudah dapet nama produknya, tolong di posing ya mas :)

    Posted by Pelaminan Minang | Rabu, 27 Februari 2008, 11:54 am
  11. Gak usah di rahasiakan donk mereknya… masa dirahasiakan entar malah pada salah beli sama aja membiarkan anak orang makan bakteri berbahaya.. Kalo dah tahu kan kita bisa pilih susu yang tidak tidak berbahaya…. apa kembali ke tajen aja( air rebusan beras)

    Posted by yono | Rabu, 27 Februari 2008, 12:03 pm
  12. OO…kenapa yach..kayaknya negara kita cenderung menangani masalah jika udah jatuh korban, kalo belum kok belum ada tanggapan serius. Kabar ini sebenernya udah ada sejak tahun 2004. “E. Sakazakii has contaminated formula milk in several unnamed countries across the world. The research, carried out by Chantal Kandhai from Wageningen University, Netherlands, was funded by dairy company Nestle.” baca selengkapnya di http://www.dairyreporter.com/news/ng.asp?id=48908-dangerous-bacteria-found

    Posted by Julie | Rabu, 27 Februari 2008, 12:29 pm
  13. Kalau nggak berani ngumumin yang tercemar umumin aja merek yang nggak tercemar !!!!!!!!!gitu aja kok dibikin repot. ayo dosanya tambah banyak lho kalau bikin resah orang banyak.

    Posted by Aluwi | Rabu, 27 Februari 2008, 3:08 pm
  14. (A)ir(S)usu(I)bu mungkin itu jawaban dari permasalahan ini…..

    Posted by hilsonz | Rabu, 27 Februari 2008, 3:13 pm
  15. Menurut saya, apa yang dinyatakan oleh MENKES memberi kesan pemerintah mencari posisi “aman” begitu pula dengan BPOM. Pernyataannya terlalu normatif, bukan solutif dan terkesan tidak mempercayai kemampuan peneliti dalam negeri..

    seharusnya Menkes dan BPOM merespon positif, lakukan uji lab. dengan melibatkan Produsen dan Peneliti IPB yang bersangkutan, untuk membuktikan hasil penelitian tersebut…gitu aja kok repot!

    jangan cuma berkelit dan ngomong doank…
    udah bosan tau…

    salam

    Posted by galigongli | Rabu, 27 Februari 2008, 3:14 pm
  16. Penerus bangs adlh anak2 yg br lhr, yg memjdi kecerdasan anak adlh bnyk mengkonsumsì su2. tp skrng ada isu dng adax baktri yg t’kandng di dlm su2, it akan menbhayax keshtn anak. olhx it km sbgai masyrk tlng diumunx prodk yg dikna bakteri, krn km nant salh beli n it sma sj kt bnuh kt punya ank.
    thnks.

    Posted by jelly kendari | Rabu, 27 Februari 2008, 3:16 pm
  17. mereknya apaan….jgn gila dong…produk susu n makanannya harus cepat diberitahu kekonsumen karna kl terlambat informasi bisa2 bayi kami terlalu banyak memakan bakteri bisa berbahaya tuk pertumbuhannya.apa susu yang mahal juga terkena bakteri ya..tolong info secepatnya karna kalo uda tau gini,ibu2 jadi khawatir memberikan susu formula kepada anaknya.bagus kalo sang ibu masih punya air susu tp kalo uda kehabisan terpaksa air putih dikonsumsi juga.

    Posted by mishary | Rabu, 27 Februari 2008, 3:42 pm
  18. wajar kalo BPOM dan MenKes tidak berani mempublikasikan merk2 susu formula tersebut, karena jika di publikasikan nantinya “uang tutup mulutnya” diminta oleh perusahaan kembali…

    mohon untuk pihak yang berwajib bersikap bijaksana

    thanks,

    Posted by nancy | Rabu, 27 Februari 2008, 4:48 pm
  19. Sampai saat ini saya belum mendapat informasi sejak kapan permasalahan dan kasus susu ini ada. Apakah masalah ini baru muncul atau sudah 1 bulan, 2 bulan, 10 bulan, 1 tahun atau 2 tahun yang lalu, tapi sama-sama tidak kita sadari. Bagaimana seandainya kasus ini tidak terbongkar ….? Tentu sudah banyak konsumen yang secara tidak sengaja atau tidak sadar telah memberikan “SUSU” yang berbahaya ini bagi anak-anak mereka … generasi mendatang. Apa implikasinya nanti? Apa dampaknya bagi kesehatan mereka nanti?

    Terimakasih Tuhan ….yang telah membuka tabir busuk ini. Semoga tidak terulang lagi.

    Posted by joyirman | Rabu, 27 Februari 2008, 4:52 pm
  20. @yono
    Kalo udah ada Insya Allah dikasi tau.

    Air tajin?
    Sesekali istriku beri air tajin untuk anakku.

    @pelaminan minang
    kalau dapat ya, ajo/uni…

    @Julie
    yah… gitu dech…!

    @aluwi
    kalo gitu adakan penelitian nyari yang gak tercemar!
    walah………. sama juga.

    @Hilsonz
    Tepat!

    @galigongli
    gak ada i’tikad baik, sih..

    @jelly kendari
    iya bener. tapi aku selalu ngelarang anakku beli jelly :D

    SALAM KENAL SEMUA !
    TERIMA KASIH YA KUNJUNGANNYA…

    Posted by batubaranews | Rabu, 27 Februari 2008, 5:01 pm
  21. senengnya bikin heboh ajah, gmn masa depan endonesa yah kalo bayi2 yg bakalan menjadi tunas bangsa udah pada kena penyakit berbahaya (radang otak… hiiiy serem bgt kan) lagipula kalo emang beneran terkontaminasi bakteri knp gak di tarik dr pasaran susu yg terkontaminasi tsb, atau jangan2 kemungkinan; lg berunding buat damai dengan produsen susu tersebut (ada2 ajah akal buat cari duit, yg halal dong ah) jadi heran makanan apa yg sehat yah? beras ada pemutih, daging glonggongan, ayam flu burung, tahu formalin, sekarang susu ada bakterinya, kesimpulannya yg paling aman tuh mendingan MAKAN HATI ajah deh. apa kabar dengan bayiku yah ??? tolong ya mas atau mbak kalo udah ada dahtar nama susu yg terkontaminasi itu kabarin ke aku, babyku minum susu S26 gold dr wyeth nih, itu masuk daftar terkontaminasi bakteri gak yah ???? trims sebelumnya

    Posted by minimi | Rabu, 27 Februari 2008, 6:01 pm
  22. @Joyirman
    Amin. Jangan pernah terulang lagi.

    @Minimi
    Wah, susu mahal yah? :)
    Kalo nemu Insya Allah diberi tau.

    Posted by batubaranews | Rabu, 27 Februari 2008, 6:44 pm
  23. “Maka dari itu, tanya dananya dari mana, untuk apa dia melakukan penelitian itu. Tiba-tiba dia meneliti, yang meneliti itu dokter siapa,”
    walaupun yang meneliti adalah dokter hewan emang ada yang salah?
    jangan-jangan ibu mentri ngomong gini karena iri yang meneliti adalah dokter hewan.
    sebenarnya dokter hewan mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam hal ini karena susu adalah hasil olahan produk hewan.

    Posted by Eka | Rabu, 27 Februari 2008, 7:48 pm
  24. “Maka dari itu, tanya dananya dari mana, untuk apa dia melakukan penelitian itu. Tiba-tiba dia meneliti, yang meneliti itu dokter siapa?”
    Sepertinya bu menkes lupa kalo susu yang diteliti bukan susu ibu2 yang di kalengin tapi Susu sapi yang asalnya dari hewan…
    Saya kecewa dengan tanggapan bu menkes bukannya mencari kebenaran malah menjelek2kan profesi lain…
    Sungguh pernyataan yang tidak pantas keluar dari orang yang berpendidikan setaraf mentri…
    IPB keep fight buat meneliti apapun yang bisa menyibak kebenaran..
    di tunggu kabar mereck susunya… kalo pemerintah emang sdh ga ad respon yg baik… beberin aja semua merek susunya…

    Posted by ArRaniri | Rabu, 27 Februari 2008, 9:20 pm
  25. udah susu mahal harganya, beracun pula, kasian nasib balita….

    Posted by taufik70 | Rabu, 27 Februari 2008, 9:56 pm
  26. Betul sekali pernyataan Ibu Mekes sama BPOM mencari posisi “aman”….
    ah…yang jelas mungkin klo diumumin takut ga da pemasukan lagi dari produsen susu…..

    buat IPB… Maju terus PAntang Mundur…Umumin aja produk susunya…

    ^ Mencari dan Memberi Yang Terbaik ^ ^_~

    Posted by ny_s4t | Kamis, 28 Februari 2008, 2:01 am
  27. kemarin iseng – iseng searching di google, apakah isu
    yg sedang berkembang tentang susu tercemar bakteri
    memang benar – benar ada atau tidak. ternyata sejak
    tahun 80an hal itu sudah ada. bahkan di beberapa
    negara sudah banyak yg ditarik.semoga saja produk
    tersebut tidak ada di Indonesia dan segera
    diklarifikasi sama BPPOM + IPB.

    http://www.google.com/search?hl=en&q=recall+infant+sakazakii+product&btnG=Search

    http://www.naba-breastfeeding.org/images/Recalls.pdf

    http://www.ibfan.org/site2005/abm/paginas/articles/arch_art/85-6.xls

    semoga berguna.
    bagi rekan – rekan yang sedang mempunyai anak bayi yg lagi lucu-lucunya, semoga bisa berhati – hati untuk
    memilih susu formula.

    Posted by nifira | Kamis, 28 Februari 2008, 5:58 am
  28. IPB adalah lembaga ilmiah yang bertugas untuk melakukan riset/ penelitian, sementara pemerintah bertugas untuk mengambil kebijakan, jadi menurut saya agar misteri ini tidak berkembang terus menjadi polemik, maka harus segera ditinjaklanjuti, biar masyarakat tidak bingung, para produsen susu juga tidak harap-harap cemas..

    Posted by mayose | Kamis, 28 Februari 2008, 1:32 pm
  29. Kalau denger dari berita di tv, pencemaran oleh mikroba (termasuk bakteri) tidak akan dipublikasikan nama merk yang tercemar. Katanya sih, itu ketentuan internasional (what the??!!).

    Beda kalau pencemaran nya akibat bahan yang berbahaya. Pemerintah bisa mempublikasikan merknya.

    Jadi??? Ujung-ujungnya masyarakat lagi yang jadi korban.
    Pak SBY, mbok ya bu menkes nya diganti aja to. Dari dulu kok bikin kontroversi. Bukannya nyelidiki dulu kebenarannya, eh malah nuduh penelitian IPB dibuat-buat. Menteri macam apa itu.

    Posted by ranipulsa | Kamis, 28 Februari 2008, 3:28 pm
  30. Mendingan buat jaga-jaga kita nggak usah minum susu formula dulu. Lebih baik minum asi, kayak adek bayi. Tapi siapa yang mau ngasih asi? Ada yang mau? Kalo ada saya mau minum.

    Posted by Jenova | Kamis, 28 Februari 2008, 6:44 pm
  31. kemarin iseng – iseng searching di google, apakah isu
    yg sedang berkembang tentang susu tercemar bakteri
    memang benar – benar ada atau tidak. ternyata sejak
    tahun 80an hal itu sudah ada. bahkan di beberapa
    negara sudah banyak yg ditarik.semoga saja produk
    tersebut tidak ada di Indonesia dan segera
    diklarifikasi sama BPPOM + IPB.

    http://www.google.com/search?hl=en&q=recall+infant+sakazakii+product&btnG=Search

    http://www.naba-breastfeeding.org/images/Recalls.pdf

    http://www.ibfan.org/site2005/abm/paginas/articles/arch_art/85-6.xls

    semoga berguna.
    bagi rekan – rekan yang sedang mempunyai anak bayi yg lagi lucu-lucunya, semoga bisa berhati – hati untuk
    memilih susu formula.

    Posted by nifira | Kamis, 28 Februari 2008, 9:21 pm
  32. Salam buat semuanya..
    Memang dahsyat berita ini dan kalaupun memang benar, sungguh sangat di sayangkan kalau ternyata ada produk2 yang di konsumsi anak2 kita mengandung Enterobacter Sakazakii, Dan pastinya juga di sayangkan untuk orang2 yang terkait di bidangnya dan mengetahui mengenai bakteri ini dan meluluskannya untuk di konsumsi.

    Saran, kalau memang ternyata isu Enterobacter Sakazakii ada di produk susu dan makanan bayi di Indonesia, harap orang2 yang yang berkepentingan meloloskan untuk di jual di Indonesia, di ganti dengan orang2 yg lebih pintar dan jujur (biar gak gampang di suap)dan juga tidak asal ngomong-^&*Kayak siapa??! (syukur2 ada orang yang mau neliti, eh malah nanya dananya dari mana lagi!!!). PEACE

    Posted by OrangAwam | Kamis, 28 Februari 2008, 11:08 pm
  33. kenapa siy tidak diumumkan saja merk susu dan makanan bayi yang tercemar. lalu buat apa diteliti kalo tidak boleh dipublikasikan..apa karena yang meneliti dokter hewan ? lah kalo gitu suruh dokter manusia dong meneliti lagi..jgn masyarakat yang kena dampaknya khususnya bayi dan balita. karena tidak semua bayi minum ASI karena banyak faktor.
    BPOM juga harusnya secepatnya menindak lanjuti masalah ini dong !! cepet tarik susu dan makanan bayi yang tercemar !
    karena tahun 99 juga pernah terjadi adanya dioxin di sejumlah susu bayi produk luar.

    cepet deh diselesaikan..karena saya punya bayi 4 bulan dan tidak sepenuhnya asi karena tidak mencukupi kebutuhan bayi.

    Posted by ines | Jumat, 29 Februari 2008, 8:15 am
  34. coba tolong yah pemerintah bersikaplah lebih bijak dan arif dalam hal ini…bangkit jiwa nasionalisme dan keimanan kalo tidak mau dikemanakan penerus bangsa ini walaupun kita negara yang banyak hutang…namun paling tidak kita masih punya seorang PEMIMPIN (khalifah)…jangan cuma berseteru dalam hal perebutan keuangan,kekuasaan,”kepribadian”…cintailah bangsamu,negaramu,dan rakyatmu…ingat akan ada hari PEMBALASAN kelak…PENGADILAN dengan hakim yang memiliki predikat “SANG MAHA…”

    Posted by indri | Jumat, 29 Februari 2008, 9:25 am
  35. oalah bu Menteri-bu menteri. Aku kok malah ga simpati sama sampeyan, aku malah ragu sama kemampuan dan itikadmu jadi menteri. Dari pernyataanmu “Maka dari itu, tanya dananya dari mana, untuk apa dia melakukan penelitian itu. Tiba-tiba dia meneliti, yang meneliti itu dokter siapa?” kelihatan kalau yang ada di pikiranmu cuma masalah persaingan dagang, bukan bukan untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Malah berkata sinis soal DOKTER HEWAN, nyinggung terus juga “itu kan menimbulkan penyakit pada tikus bukan manusia” yaiyalah yang dipakai tikus, emang mau pake manusia, apa ibu rela anak ibu jadi percobaan. Secara ibu kayak ga pernah sekolah aja. Waduh jadi ragu niih. Titel dokternya dapet darimana ya?
    Saran buat Bu Menteri, bersikaplah lebih ilmiah jangan yang dipakai sikap ibu-ibu yang nggak keibuan. Atau sudah bosen jadi menteri? PEACE
    IPB sebagai lembaga pendidikan berhak dong melakukan kajian ilmiah apa aja. Syukur kalo ada yang mau mendanai. Masalah merek susunya apa aja, itu memeang bukan wewenang IPB untuk mengumumkan. Harusnya BPOM yang bertindak cepat.
    Kesimpulan : Buat ibu-ibu, tolong lebih hati-hati untuk membelikan makanan untuk putra-putri, ASI memang yang paling utama sampai anak anda berusia 1 tahun. Habis itu ibu boleh memberi produk apa aja karena kekebalan di anak anda sudah terbentuk. BTW bukan mau menutupi bahwa masih banyak produk Indonesia yang masih di bawah standar dan masih bisa lolos ke pasaran, tanya kenapa?
    Buat para akademisi teruslah bereksperimen untuk kebaikan bangsa ini. Ga usah nunggu ada kasus. Sampai kapanpun mencegah selalu lebih baik. Chayoo

    Posted by cha...kep | Jumat, 29 Februari 2008, 11:13 am
  36. buat apa merk susu yang terkontaminasi “E.sakazakii” harus dirahasiakan,padahal udah tahu dampak yang akan terjadi jika mengkonsumsi susu yang mengandung E.sakazakii tsb,apa pemerintah akan terus merahasiakan merk produk susu tsb yang hingga kini meresahkan ibu2 yang memiliki bayi/balita.saya harap BPOM cepet mengumumkan merk susu tsb.

    Posted by ELFITRI | Jumat, 29 Februari 2008, 12:13 pm
  37. saya harap berita yang meresahkan ini cepat diselesaikan,kan kasihan ibu2 yang punya bayi,ga mungkin donk harus mengandalkan asi aja,tentu kaum ibu juga butuh susu formula,mana kebijaksanaan pemerintah dalam kasus ini.

    Posted by dicky | Jumat, 29 Februari 2008, 12:23 pm
  38. semoga saja kasus ini cepat diselelsaikan, bukan dibiarkan begitu saja…kasian konsumen yang selalu dirugikan oleh produsen.

    Posted by daeng limpo | Jumat, 29 Februari 2008, 1:57 pm
  39. Pemerintah kita ini kadang – kadang tidak tanggap dalam hal susu bayi ini,seharusnya kalau memang benar ada yang terbukti susu bayi yang tercemar bakteri ENTEROBACTER SAKAZAKII sesuai dengan penemuan IPB segera dong lakukan cek n ricek mengenai kebenarannya dan langsung informasikan kepada masyarakat,agar masyarakat tidak di bikin bingung.

    Dan juga kepada IPB harus mau terbuka memberikan informasi merek susu apa saja yang sudah tercemar,jangan malu dan takut atau malah hanya membuat sensasi doang.

    Posted by iw22 | Jumat, 29 Februari 2008, 6:03 pm
  40. @semua
    Gak sampe seminggu lagi, masalah ini pasti menguap begitu aja.
    Bosan menanti, lalu kita pun lupa!
    Biasalah, Indonesia….

    Terima kasih kunjungannya,ya!
    Berkunjunglah ke batubaranews lagi, walau tak kalian lihat aku nangkring di BOTD WordPress…

    Posted by batubaranews | Sabtu, 1 Maret 2008, 6:57 am
  41. saya juga makin penasaran nih sama merk2 susu yg (katanya) beracun itu…
    harus dipublikasikan pastinya supaya kita semua bisa antisipasi..
    khan kasian para ibu jadi was-was dan paranoid. ntar mau beli susu A, eh beracun trus mo ganti merk lain takut juga.
    Gimana nih…

    Posted by sdnsumbersari1malang | Sabtu, 1 Maret 2008, 8:15 am
  42. Pemerintah dapet amplop berapa duit dari perusahaan2 susu?
    Tai kucing lu pemerintah, pikirannya cuma duit molooooo..!
    Mudah2an keluarga pemerintah doank yang kena racun dari susu, amiin…

    Posted by Romeo | Sabtu, 1 Maret 2008, 11:51 am
  43. Beginilah negara kalo udah dijajah…antek penjajahnya ya para pejabat kita itoe…persis jaman belanda doeloe…pejabat cenderung cari aman…orientasinya duit…tau ga yang paling parah? Pejabat kita cenderung menjadi musuh masyarakat… :(

    Posted by Remo Harsono | Sabtu, 1 Maret 2008, 12:43 pm
  44. - PEMERINTAH KOK SELALU KETINGGALAN DARI PENELITI NON PEMERINTAH!!!!
    - KERJAANNYA HANYA MAKAN UANG AJA & TIDAK FOKUS PADA PERMASALAHAN MASYARAKAT!!!!
    - SELALU MEMERIKSA HANYA JIKA ADA MASALAH YANG BEREDAR DI MASYARAKAT
    (HANYA MEMBUKTIKAN APAKAH BERITA TSB BENAR) SEHARUSNYA SELALU MEMERIKSA SECARA RUTIN!!!!

    HEI SITI FADILLAH !! BACOTMU MBOK DIATUR!! KAMU EMANG SELALU NGOMONG NDAK PAKE OTAK TAPI SELALU CUMA PAKE EMOSI!!!! KAMU TUH HARUS INGAT KALO DIBAYAR AMA RAKYAT!!!! PEMERINTAH JUGA HARUS BACA INI!!!! GOBLOK!!!!

    Posted by ARYA WIRRIYAWAN | Sabtu, 1 Maret 2008, 7:11 pm
  45. hati saya semakin menangis.setelah hancurnya hati saat saya ingin sekali memberi asi ke buah hati tetapi tidak bisa,bukan karena tidak ingin,tapi hal lain diluar kemampuan saya.sekarang susu formula yang bisa dikatakan menjadi tumpuan pun tidak bisa diandalkan lagi.

    Posted by hylmi_shafiy | Sabtu, 1 Maret 2008, 7:17 pm
  46. Sudah bukan hal yang aneh lagi….

    Menyesatkan dan menyengsarakan kehidupan anak bangsa.

    Mana mau maju….

    beras, tepung, kedelai, susu, daging sapi langka sekarang bakteri Enterobacter Sakazakii.

    Nggak akan bisa maju bangsa kita, kecuali satu generasi dipangkas abis!

    Posted by eko | Senin, 3 Maret 2008, 10:04 pm
  47. Ikhtiar saja kalo begitu dan mungkin dengan memberikan susu dari Tuhan , ASI , lebih sehat dan ngga pusing mikirin bakteri
    itu saja

    Posted by realylife | Selasa, 4 Maret 2008, 1:00 pm
  48. untuk Sri Estuningsih, peneliti IPB anda itu sebetulnya bukan sebagai peneliti tapi anda adalah hanya mencari popularitas saja agar institusi anda menjadi terkenal sehingga anda mudah untuk mendapatkan uang (CAPER-Cari perhatian saja). Itu terbukti anda tidak mengeluarkan daftar produk makanan yang terkontaminasi tersebut,bahkan anda termasuk pembohong besar atau bisa termasuk teroris dalam bentuk lain yang ingin indonesia kacau. terimakasih

    Posted by ajp | Selasa, 4 Maret 2008, 9:00 pm
  49. DAPAT INFO BAHWA SUSU YANG TERKONTAMINASI DIANTARANYA : BENDERA, DANCOW, SGM, BEBELAC, SUN, S26.

    PEMERINTAH MASIH SUKA PAKAI GAYA ORDER BARU MAIN INTIMIDASI, MAKANYA PARA PENELITI HARI PERTAMA MENGGEBU-GEBU DAN BESOKNYA SUDAH DIRALAT LAGI PUNYA KOMENTAR. BU MENTRI JANGAN PRO KE PENGUSAHA TERUS DONG, KAYAKMANA GENERASI INDONESIA KALAU DI KASIH RACUN BEGITU.

    BAPAK/IBU PENELITI KENAPA JADI PLIN-PLAN, TAKUT GAK DIGAJI PEMERINTAH YA?

    Posted by SAM | Selasa, 11 Maret 2008, 11:30 am
  50. iya tuh harus cari tau….kalu gak nanti anak2 yg masih bayi terkena penyakit,,,tidak baik buat kesehatan bayi

    Posted by ncomputing - penganti pc | Selasa, 11 Maret 2008, 1:11 pm
  51. ya,oh bu anak saya ua minum susu dancow 1 hai bisa5 botol,apa itu gak apa-apa?

    Posted by leo | Kamis, 13 Maret 2008, 4:26 pm
  52. lagi pula itu kan terkontaminasi,anak saya sudah di beri tahu tapi tak mau di ganti,saya khawatir sekali,takut ank saya keracunan.

    Posted by leo | Kamis, 13 Maret 2008, 4:29 pm
  53. lebih baik cara bujuk nya gimana?

    Posted by leo | Kamis, 13 Maret 2008, 4:30 pm
  54. omong-omong dancow usia berapa?

    Posted by leo | Kamis, 13 Maret 2008, 4:32 pm
  55. mana neh daftar produknya ?

    Posted by Tussaud | Jumat, 14 Maret 2008, 3:42 pm
  56. klo memang isu ttg enterobacter sakazakii itu betul,dan ibu estuningsih yakin dgn ke-valid-an hasil penelitiannya,kenapa tidak ambil mengumumkan merk2 yang diteliti?buat apa repot2 meneliti lalu buka mulut tapi ga ada kejelasannya?katanya prihatin koq malah setengah2 gitu, kan namanya menimbulkan rush,etika sih etika tp dgn melepas isu tanpa kejelasan apa masih bisa dibilang etika????peneliti bukan pelempar isu kan??

    Posted by eternity | Jumat, 14 Maret 2008, 4:06 pm
  57. ….pemerintah GUOOOBLOK……ga becus……

    Posted by sony | Senin, 17 Maret 2008, 6:36 pm
  58. menurut saya tak ada guna dibicarakan disini kalau tidak ada tindak lanjut yang positif…..omongan kita dianggap sampah belaka

    Posted by ARIF SUBAKTI | Jumat, 12 September 2008, 5:01 pm
  59. Pemerintah khan yang penting duit…

    ada duit mulut diam,

    kalaupun sudah terbukti dan merek2 tersebut kasih DUIT BUNGKAM,
    mereka pasti diam,

    satu2nya cara kita yang aktif,

    kalo bisa cari susu yang masih tulisan luar ALIAS gk ada tulisan indonesia,

    biasanya lebih terjamin….

    tapi tentunya diteliti juga dari mana susu import itu berasal dan apa benar di negara asalnya tidak bermasalah…

    kalo ngmong ma PEMERINTAH ma kayak ngomong ma BINATANG beda bahasa….

    mending ngomong ma tembok kali yaaaaaa……

    Posted by William | Sabtu, 18 April 2009, 9:40 pm
  60. susu apa aja sih yang tercemar bakreri?jdi takut neeeeh.kasian anak!!!!!

    Posted by tio | Kamis, 12 November 2009, 1:03 pm
  61. merek susunya pa ja yang mengandung bakteri

    Posted by ronaldoedi | Senin, 21 Desember 2009, 7:32 pm
  62. makanan sekarang banyak yang beracun, ya karena memakai anti hama yang beracun pula. akhirnya bakteri tumbuh berkembang cepat.kita akan pusing jika mikirin hal ini, lebih baik;
    sodaraku kebutuhan biaya hidup semakin meningkat,lapangan kerja semakin sulit,saya sendiri sangat merasakan,tp setelah saya dapet info dr temen tentang pinsus saya yakin dengan program ini kita dapet solusi,awalnya saya ragu,apakah program ini bener2 bisa dipercaya,tp setelah saya pahami program ini saya yakin kita pasti berhasil,dengan modal kecil yang penting kita ikhlas,nanti kita bisa ngerasakan hasilnya,sodaraku dimanapun anda berada,segeralah bergabunglah,nanti anda rasakan sendiri hasilnya,lebih cepat lebih baik,bergabunglah dengan saya di http://www.pinsus.com/?id=ari dan segera aktivkan member anda keputusan ada pada anda sendiri,ingin sukses dalam program ini silahkan secepatnya anda bergabung,buktikan nanti hasilnya

    Posted by adhiyaksa | Rabu, 27 Januari 2010, 2:57 pm
  63. kucing kurus mandi dipapan mandi dipapan si kayu jati bayi ku kurus bukan tak makan karna SI”bakteri”

    Posted by leo | Selasa, 6 April 2010, 8:27 pm
  64. Saya sangat mendukung apabila Pemerintah mengumumkan nama susu bayi, nama makanan bayi dan nama makanan yang mengandung zat bahaya / racun pada manusia, khususnya anak, dan makanan, susu serta yang mengandung racun / zat bahaya agar tidak di produksi lagi ( tutup ). Apabila ada perusahaan makanan, minuman, susu yang mau memasarkan produk ke pasar / konsumen agar pihak BPOM serta analis pemeriksa makanan, susu, benar-benar memeriksa apakah makanan, minuman, susu, mengandung zat bahaya / racun karena menyangkut nyawa manusia.

    Posted by deni asril | Selasa, 8 Februari 2011, 1:43 pm
  65. @batubara : mana nama susux bro ??? ko’ blon diRILIS.

    Posted by edan | Selasa, 8 Februari 2011, 8:15 pm
  66. EMANG KITA PUNYA PEMERINTAH YANG PEDULI MA RAKYAT????????????? MIMPI KALI YE…………….

    Posted by ETAR | Kamis, 24 Februari 2011, 11:19 am
  67. menteri mau membunuh bayi, lebih baik dikatakan aja semua produk susu yang terkena bakteri, jangan ditutupi, halo pak presiden…halo pak presiden…halo pak presiden…kok ga diangkat-angkat, tidur ya…..

    Posted by muhammad | Sabtu, 26 Februari 2011, 4:44 pm
  68. Kami selaku org tua diseluruh RI masih resah karna kami mempunyai bayi yang masih mengonsumsi susu maka dari itu perlu Undang-Undang Perlindungan Konsumen di jalankan…….!!!!!!!

    Posted by NAZAR | Kamis, 3 Maret 2011, 5:17 pm
  69. I am genuinely glad to glance at this blog posts which includes plenty of valuable information, thanks for providing such data.

    Posted by Torsten | Rabu, 31 Juli 2013, 1:10 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Media Mlintir Susu? « kebijakan publik yang kian langka untuk kepentingan publik - Rabu, 27 Februari 2008

  2. Ping-balik: Gara-gara Sakazakii Sepitik Rusak Susu Sebelanga ! « This is Who I am - Jumat, 29 Februari 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: